Zuriat Kesultanan Kota Pinang Dorong Pelestarian Istana Bahran dan Situs Sejarah
- 15 Jun 2026 21:44 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Zuriat Kesultanan Kota Pinang mendorong pelestarian berbagai situs bersejarah peninggalan kesultanan sebagai upaya menjaga warisan budaya Melayu di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Sejumlah bangunan dan lokasi bersejarah dinilai memiliki nilai penting, baik dari sisi sejarah, budaya, maupun pendidikan bagi generasi mendatang.
Dalam program Resam Melayu di RRI Pro 4 Medan, Juriat Kesultanan Kota Pinang, Tengku Asri, menyebut masih terdapat sejumlah peninggalan yang menjadi bukti keberadaan Kesultanan Kota Pinang. Namun, sebagian di antaranya telah mengalami kerusakan akibat usia dan kurangnya upaya pelestarian.
Salah satu peninggalan yang paling dikenal adalah Istana Bahran, yang dahulu menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Kota Pinang. Bangunan tersebut kini hanya menyisakan puing-puing yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kerajaan Melayu di wilayah tersebut.
Menurut Tengku Asri, keberadaan puing Istana Bahran memiliki nilai historis yang tinggi karena berkaitan langsung dengan perjalanan Kesultanan Kota Pinang sejak masa kejayaannya hingga masa berakhirnya sistem pemerintahan kesultanan.
Selain istana, peninggalan penting lainnya adalah Masjid Raya Al-Mustafa yang hingga kini masih berdiri dan digunakan masyarakat. Masjid tersebut menjadi salah satu simbol kuat hubungan Kesultanan Kota Pinang dengan perkembangan Islam di kawasan Labuhanbatu Selatan.
Kompleks makam para sultan juga menjadi bagian dari warisan sejarah yang masih dapat ditemukan. Lokasi tersebut kerap dikunjungi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh jejak Kesultanan Kota Pinang dan sejarah para pemimpinnya.
Tengku Asri menilai pelestarian situs sejarah tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga kesultanan, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, keberadaan situs-situs tersebut merupakan bagian dari identitas sejarah daerah yang perlu dijaga bersama.
"Peninggalan-peninggalan itu adalah bukti sejarah. Kalau tidak dijaga dan dilestarikan, generasi berikutnya akan sulit mengenal perjalanan Kesultanan Kota Pinang," ujarnya.
Ia juga melihat adanya potensi pengembangan wisata sejarah dan budaya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Dengan pengelolaan yang baik, situs-situs peninggalan kesultanan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus destinasi wisata yang memperkenalkan sejarah Melayu kepada publik.
Karena itu, Zuriat Kesultanan Kota Pinang berharap upaya inventarisasi, pemugaran, dan perlindungan terhadap berbagai situs bersejarah dapat terus dilakukan. Langkah tersebut dinilai penting agar warisan Kesultanan Kota Pinang tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan sejarah dan budaya Sumatera Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....