Cakap Melayu: Bersua Kata, Bersatu Budaya
- 02 Agt 2026 22:01 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan— Semangat untuk melestarikan bahasa, budaya, dan nilai-nilai Melayu kembali digaungkan melalui penyelenggaraan Event Cakap Melayu: Bersua Kata, Bersatu Budaya yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di Museum Perkebunan Indonesia 2 (Musperin 2 – Gedung AVROS), Jalan Brigjen Katamso No. 51, Medan. Kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam ruang kebudayaan, edukasi, dan silaturahmi.
Kegiatan ini lahir dari kolaborasi antara Politeknik LP3I Medan, Medan Heritage, dan Musperin yang difasilitasi oleh Malay Kreative Project, menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali penggunaan bahasa Melayu sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada generasi muda. Cakap Melayu tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan kebudayaan yang relevan untuk terus dikembangkan di tengah perubahan zaman.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Tuanku Sultan Deli dan Tengku Mira Sinar sebagai tamu kehormatan, bersama para tamu undangan dari berbagai kalangan, tokoh dan pemerhati budaya, akademisi, narasumber, moderator, komunitas, serta sejumlah pihak yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan.
Melalui rangkaian kegiatan dan diskusi yang dihadirkan, peserta diajak untuk memahami lebih jauh mengenai bahasa, adat, sejarah, serta nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan Melayu. Kehadiran berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi.
Winne Auliya selaku Ketua Pelaksana Cakap Melayu menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir sebagai bentuk implementasi dari ilmu dan pembelajaran yang kami peroleh pada mata kuliah MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) yang diampu oleh dosen MICE Desy Zulfiani, S.Sos.
"Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mempelajari konsep dan teori penyelenggaraan sebuah event di dalam ruang kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengaplikasikan ilmu tersebut secara nyata, mulai dari tahap perencanaan, koordinasi, publikasi, kerja sama dengan berbagai pihak, hingga pelaksanaan acara Cakap Melayu". Ucap Winne.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari sponsor, kolaborator, rekan media, narasumber, moderator, fasilitator, hingga seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi dalam menyukseskan acara.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama. Media juga memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan pesan kebudayaan sehingga nilai-nilai Melayu dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.
Tentang Cakap Melayu
Cakap Melayu merupakan kegiatan yang mengangkat bahasa dan kebudayaan Melayu sebagai bagian dari upaya memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara tokoh budaya, generasi muda, komunitas, akademisi, media, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Melayu.
Dengan mengusung tema "Bersua Kata, Bersatu Budaya," Cakap Melayu diharapkan menjadi wadah yang mempererat kolaborasi lintas generasi dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Melayu. Melalui kegiatan ini, semangat pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab para budayawan, tetapi juga menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat demi menjaga identitas budaya untuk masa kini dan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....