Pantun dan Telangkai Didorong Tetap Hidup di tengah Arus Modernisasi

  • 28 Jun 2026 06:38 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Deli Serdang – Seni pantun dan tradisi telangkai merupakan warisan budaya Melayu yang tidak hanya mengandung nilai sastra dan adat istiadat, tetapi juga menjadi bagian dari identitas masyarakat yang perlu terus dijaga keberlangsungannya. Demikian disampaikan Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo saat menghadiri pembukaan seminar Seloka Telangkai dan Pelestarian Seni Pantun, di Aula Kantor Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Sabtu 27 Juni 2026.

Lom Lom Suwondo menilai pelestarian budaya sangat penting. Hal Ini untuk memperkuat jati diri generasi muda di tengah derasnya pengaruh modernisasi.

"Upaya melestarikan pantun dan tradisi telangkai, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, religius, dan berbudaya, " kata Lom Lom.

Ia menambahkan visi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang adalah mewujudkan masyarakat yang sehat, religius, dan berbudaya. Oleh Karena itu, ia menekankan pentingnya kegiatan tersebut.

"Kegiatan seperti ini sangat penting. Salah satunya untuk memperkuat jati diri budaya masyarakat,” ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pelestarian seni budaya daerah. Hal Ini bertujuan agar seni budaya tetap hidup dan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara ketua panitia pelaksana, Bahriun Syam, menjelaskan seminar diikuti lebih dari 100 peserta. Terdiri dari pelajar SMA, mahasiswa, dan seniman dari berbagai kecamatan di Deli Serdang, seperti Pantai Labu, Beringin, Lubuk Pakam, dan Galang.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan, mempelajari, melestarikan, dan membudayakan pantun di tengah masyarakat. Terutama di kalangan generasi muda. seminar membahas sejarah pantun, teknik berpantun, hingga peran telangkai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....