Mangrove Melindungi Pesisir dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

  • 28 Agt 2026 14:25 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Talk Show Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Kamis ( 27/8/2026 ) pagi, membahas pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui tajuk "Mangrove Untuk Masa Depan". Mangrove memiliki peran vital sebagai pelindung garis pantai dari abrasi, intrusi air laut, dan bencana gelombang tinggi. Selain itu, hutan mangrove juga menjadi habitat penting bagi biota laut serta sumber penghidupan alternatif bagi warga pesisir. Menghadirkan 3 narasumber dari unsur akademisi, komunitas, dan kelompok tani menyampaikan pandangan mereka mengenai kondisi mangrove saat ini dan strategi pelestariannya, Oding Affandi (Akademisi Universitas Sumatera Utara), Aditya Wahyu Putra (PPIU M4CR Sumatera Utara) dan Kasto Wahyudi (Ketua Kelompok Tani Penghijauan Maju Bersama).

“ Fungsi ekologis mangrove secara ilmiah. Menurutnya, akar mangrove mampu menahan lumpur dan sedimen sehingga mencegah erosi pantai. Ekosistem ini juga berperan sebagai penyerap karbon yang efektif dalam mitigasi perubahan iklim. Ia menekankan bahwa kerusakan mangrove akibat alih fungsi lahan dan penebangan liar harus segera dihentikan. Pemerintah dan kampus perlu memperkuat riset, edukasi, serta pemetaan wilayah mangrove kritis agar upaya rehabilitasi bisa tepat sasaran, “ ujar Oding.

Sedangkan Aditya Wahyu menyoroti pentingnya keterlibatan komunitas dan anak muda dalam gerakan konservasi mangrove. Ia menilai bahwa kesadaran masyarakat pesisir masih perlu ditingkatkan karena banyak yang belum memahami manfaat jangka panjang mangrove. Komunitas M4CR aktif melakukan penanaman, edukasi sekolah, dan kampanye media sosial agar isu mangrove tidak hanya menjadi wacana. Menurutnya, pelibatan generasi muda adalah kunci agar gerakan ini berkelanjutan dan tidak berhenti di satu periode kegiatan saja.

“ Kelompoknya telah menanam dan merawat mangrove di wilayah pesisir sambil mengembangkan ekowisata dan produk turunan mangrove seperti sirup dan keripik. Ia menegaskan bahwa konservasi mangrove tidak bisa dipisahkan dari peningkatan ekonomi warga. Jika masyarakat merasakan manfaat langsung, maka mereka akan menjaga hutan mangrove dengan sendirinya. Ia berharap pemerintah memberikan dukungan berupa pelatihan, akses permodalan, dan kepastian lahan bagi kelompok tani, “ ungkap Kasto.

Ketiga narasumber sepakat bahwa keberhasilan pelestarian mangrove membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Pemerintah daerah harus mempertegas regulasi perlindungan, menyediakan bibit unggul, serta melakukan pengawasan di lapangan. Akademisi bertugas memberikan data dan pendampingan teknis. Sementara masyarakat menjadi pelaksana utama di lapangan.

Diakhir dialog narasumber memberikan kesimpulan bahwa mangrove bukan sekadar hutan di pesisir, tetapi benteng alami dan lumbung ekonomi bagi masyarakat. Pelestarian mangrove harus dilakukan sekarang untuk menjamin masa depan pesisir yang aman dan sejahtera. Dengan menanam, merawat, dan memanfaatkan mangrove secara berkelanjutan, kita menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....