Motivasi Quantum Nabi Yusuf
- 29 Jun 2026 20:12 WIB
- Medan
RRI.CO.ID - Medan - Motivasi quantum Nabi Yusuf bersumber pada kesadaran spiritual radikal. Beliau memandang setiap ujian dan dibuang ke sumur oleh saudaranya hingga dipenjara, sebagai skenario terbaik dari Allah.
Melalui kajian Mutiara Pagi, Pro1 RRI Medan, edisi Rabu 24 Juni 2026, dengan judul: Motivasi quantum Nabi Yusuf hidup tanpa dendam, ustadz Muhammad Fadhli Sudiro, M.SQ mengatakan, keteladanan Nabi Yusuf Alaihissalam adalah, kurikulum kehidupan yang sempurna.
"Nabi Yusuf mengajarkan kesabaran luar biasa dalam menghadapi ujian, menjaga kesucian diri dari godaan maksiat, ke ikhlasan memaafkan orang yang menyakitinya dan profesionalisme, amanah dalam memimpin, "ujarnya.
Ungkap Fadhli Sudiro, Nabi Yusuf selalu sabar dan tawakal atas tindakan yang dilakukan kepadanya.
"Nabi Yusuf lebih memilih di Penjara dari pada harus menuruti godaan dan rayuan isteri pembesar mesir Zulaikha, untuk berbuat maksiat. Kemudian dikhianati oleh saudara sendiri, dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, hingga difitnah. Semua ujian tersebut beliau hadapi dengan kesabaran bahkan sifat memaafkan, dan selalu bersandar kepada Allah SWT, "ucapnya.
Dalam program Mutiara Pagi, yang disiarkan melalui frequensi 94,3 Mhz, dari pukul 05.30 s.d 05.50 WIB turut juga memberi kesempatan tanyajawab kepada pendengar melalui WA 0811616943. Ahmad di Pancing bertanya, hidup tanpa dendam, memang Tuhan pemaaf, seperti apa ini ustadz. Jawabnya kita harus belajar seperti Nabi Yusuf, sabar dan tidak pernah dendam.
Selanjutnya Aini di Binjay bertanya, bagaimana kalau ada saudara kita marah, dan memutuskan silaturahmi. Jawab Muhammad Fadhli Sudiro, barang siapa yang memutuskan silaturahmi, dalam hadist Rasulullah, tidak akan masuk surga, sama halnya durhaka kepada orang tua juga membunuh sesama manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....