Keutamaan Bulan Muharram Jadi Momentum Memperbaiki Diri
- 16 Jun 2026 21:57 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Bulan Muharram tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun baru Hijriah, tetapi juga memiliki berbagai keutamaan yang dapat menjadi motivasi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri. Hal tersebut disampaikan Agus Melan, S.Sos.I dalam program Kajian Mutiara Sore RRI Pro 4 FM Medan dengan tema Keutamaan Bulan Muharram.
Agus Melan menjelaskan, banyak umat Islam yang memandang Muharram sebatas pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Padahal, bulan tersebut merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Ia mengutip Surah At-Taubah ayat 36 yang menjelaskan bahwa terdapat empat bulan haram dalam setahun, yakni Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk menjauhi kemaksiatan dan memperbanyak amal saleh karena pahala kebaikan dilipatgandakan dan dosa kemaksiatan memiliki konsekuensi yang lebih berat.
| Baca juga: Muharam Momentum Perubahan Masyarakat |
“Jika seseorang ingin memulai hidup baru yang lebih baik, maka Muharram adalah waktu yang sangat tepat,” ujar Agus Melan dalam kajiannya.
Selain itu, Muharram juga dikenal sebagai Syahrullah atau bulan Allah. Sebutan tersebut menunjukkan kemuliaan dan kedudukan istimewa bulan Muharram di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bahkan menyebut puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram.
Agus Melan mengungkapkan bahwa umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah selama Muharram, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, puasa Tasu'a pada 9 Muharram, serta puasa Asyura pada 10 Muharram.
Ia juga menjelaskan keutamaan puasa Asyura yang dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu. Menurutnya, hal itu menunjukkan betapa luas rahmat dan ampunan Allah SWT kepada hamba-Nya yang beribadah dengan ikhlas.
Dalam kajian tersebut, Agus Melan turut mengisahkan peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun yang menjadi salah satu alasan disyariatkannya puasa Asyura. Dari kisah tersebut, umat Islam dapat mengambil pelajaran bahwa kebenaran akan selalu menang dan pertolongan Allah datang pada waktu yang tepat.
“Hijrah berarti meninggalkan dosa menuju taat, meninggalkan kebohongan menuju kejujuran, meninggalkan kemalasan menuju semangat ibadah, dan meninggalkan permusuhan menuju persaudaraan,” katanya saat menjelaskan makna hijrah yang menjadi semangat utama memasuki tahun baru Islam.
Lebih lanjut, ia mengajak umat Islam menjadikan Muharram sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri. Menurutnya, awal tahun Hijriah merupakan kesempatan untuk mengevaluasi kesalahan masa lalu sekaligus menyusun rencana kebaikan demi kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Melalui berbagai keutamaan tersebut, Agus Melan berharap umat Islam dapat menyambut bulan Muharram dengan memperkuat ibadah, meningkatkan rasa syukur, memperbanyak amal saleh, serta membangun tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....