Memaknai Bulan Syakban
- 06 Feb 2026 20:29 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Bulan Syakban adalah waktu yang tepat untuk melatih jiwa dan fisik, serta menata hati, agar siap menyambut bulan suci Ramadan dengan lebih maksimal. Bulan yang penuh berkah ini adalah momen dimana laporan amal manusia selama setahun diangkat dan diserahkan kepada Allah SWT.
Dalam kajian Mutiara Pagi, edisi Sabtu, 31 Januari 2026 yang dipandu Anggi Larasati dari pukul 05.25 s.d 05.50 WIB, turut juga dibuka ruang tanyajawab melalui line telp 061-846 3116 dan WA 0811 6169 43. Narasumber Ustadz Hendra Zulfan, M. Pdi mengatakan, bulan syakban ini perbanyak muhasabah diri, salat tobat, kemudian berzikir dan mohon kepada Allah SWT.
“Kita salat tengah malam dan salat tobat, sambil muhasabah diri, merenungkan apa yang telah kita lakukan kesalahan, mohon ampun kepada Allah SWT, maka hati kita akan tenang,” kata Ustadz.
Pendengar Bernama Mega di Johor Kota Medan, bertanya, terkait muhasabah diri, apabila kita pernah melakukan kesalahan, Ustadz apakah Allah SWT akan menegur kita langsung, jawab Ustadz, Allah tidak menegur kita, malahan Allah memberi kita kesenangan.
“Sebenarnya kalau kita berbuat dosa, Allah tidak menegur langsung, malahan sebaliknya Allah SWT beri kesenangan kepada orang yang berbuat kesalahan tersebut,” ujar Ustadz.
Pendengar berikut Bayu dari Kampung Lalang Kota Medan, bertanya bagaimana Ustadz, saya baru-baru ini bertengkar dengan kakak kandung. Kemudian saya minta maaf kepada kakak saya, akan tetapi kakak belum terima, jawab Ustadz hal seperti ini sudah beul dilakukan.
| Baca juga: Meneladani Tauhid Nabi Ibrahim |
“Hal seperti ini sudah benar dilakukan, yang penting kita minta maaf, Allah juga akan mengetahui niat tersebut. Soal kakaknya belum bisa memaafkan, nah ini urusan Allah, yang penting kita sudah ada niat yang tulus untuk minta maaf,” ucap Ustadz Hendro Zulfan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....