DPR RI Apresiasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Medan, Tercepat di Indonesia

  • 28 Jul 2026 16:33 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhammad Husni, meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Medan, Selasa, 28 Juli 2026. Ia mengapresiasi pembangunan SRT 2 Kota Medan yang telah rampung secara fisik 100 persen, dan menjadi Sekolah Rakyat pertama di Indonesia yang selesai dibangun.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan Komisi VIII DPR RI yang menjadi mitra kerja Kementerian Sosial. Selain melihat langsung kondisi bangunan, Husni juga meninjau aktivitas siswa yang sedang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serta fasilitas asrama.

"Alhamdulillah hari ini kita mengunjungi Sekolah Rakyat yang ada di Kota Medan. Kita lihat Sekolah Rakyat di Kota Medan boleh kita katakan secara fisik sudah selesai 100 persen," kata Husni.

Ia menilai Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan dampak besar bagi masyarakat, khususnya keluarga miskin pada kelompok desil 1 dan 2. Menurutnya, siswa yang diterima di Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang beruntung, karena memperoleh akses pendidikan berasrama dengan seluruh kebutuhan ditanggung negara.

Husni menjelaskan setiap siswa mendapatkan berbagai fasilitas pendidikan secara gratis, mulai dari tempat tinggal, makan, perlengkapan sekolah, hingga laptop. Ia menyebut biaya yang dikeluarkan negara untuk setiap siswa mencapai sekitar Rp40 juta per tahun.

"Anak-anak di Sekolah Rakyat ini hanya dituntut satu hal, yaitu belajar, belajar, dan belajar," ujarnya.

Menurut Husni, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi investasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia 2045. Karena itu, ia menegaskan Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal keberlangsungan program tersebut.

"Yang sudah pasti kita akan mengawal. Jangan ada pengurangan apa pun terhadap anggaran Sekolah Rakyat ini, sehingga seluruh fasilitas yang diterima para guru maupun anak-anak didik tetap terjaga. Ini adalah program Presiden untuk menjadikan anak-anak kita sebagai Generasi Emas tahun 2045," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin Rangkuti, mengatakan pembangunan SRT 2 Kota Medan dapat diselesaikan dalam waktu tujuh bulan. Ia menjelaskan pemerintah sempat mengusulkan lokasi pembangunan di kawasan Sicanang, namun rencana tersebut batal karena kondisi wilayah yang dinilai kurang mendukung.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, pembangunan akhirnya dilakukan di Jalan Flamboyan II, Kota Medan. Khoiruddin bersyukur SRT 2 Kota Medan berhasil menjadi Sekolah Rakyat pertama di Indonesia yang rampung pembangunannya.

Ia berharap para orang tua dapat terus memberikan dukungan kepada anak-anaknya selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Sehingga kesempatan yang telah diberikan negara dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meraih masa depan yang lebih baik.

"Untuk Sumatera Utara, tahun ini baru lima kabupaten/kota yang mendapatkan Program Sekolah Rakyat, yaitu Kota Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, dan Padangsidimpuan. Karena itu, orang tua yang anaknya diterima di Sekolah Rakyat patut bersyukur karena kesempatan ini tidak datang dua kali," ucap Khoiruddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....