Komisi VI DPR RI Dorong Percepatan Tol Binjai–Langsa
- 24 Jul 2026 08:25 WIB
- Medan
RRI.CO.DI, Aceh Tamiang – Komisi VI DPR RI mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Binjai–Langsa sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang akan memperkuat konektivitas Sumatera Utara dan Aceh. Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke rest area Jalan Tol Binjai–Langsa pada ruas yang telah beroperasi hingga Pangkalan Brandan, pada Rabu, 22 Juli 2026.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan menerima paparan perkembangan pembangunan Jalan Tol Binjai–Langsa. Saat ini ruas Binjai–Pangkalan Brandan sepanjang 57,5 kilometer telah beroperasi. Setelah seluruh koridor tersambung hingga Langsa, panjang jalan tol mencapai sekitar 130,7 kilometer.
Secara keseluruhan, Jalan Tol Binjai–Langsa terdiri atas lima seksi, yakni Seksi 1 Binjai–Stabat sepanjang 12,3 kilometer, Seksi 2 Stabat–Tanjung Pura sepanjang 26,2 kilometer, Seksi 3 Tanjung Pura–Pangkalan Brandan sepanjang 19,02 kilometer yang telah beroperasi, Seksi 4 Pangkalan Brandan–Kuala Simpang sepanjang 44,2 kilometer, dan Seksi 5 Kuala Simpang–Langsa sepanjang 29 kilometer. Ruas Palembang–Betung dan Betung–Jambi Seksi 1 ditargetkan beroperasi pada akhir 2026.
Komisi VI DPR RI juga membahas rencana pembangunan Jalan Tol Langsa–Aceh Tamiang yang dinilai penting untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendukung mobilisasi bantuan saat terjadi bencana banjir di Aceh Tamiang.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyatakan pihaknya mendukung percepatan pembangunan kedua ruas tersebut karena memiliki manfaat strategis bagi masyarakat.
"Kami berharap trase Jalan Tol Pangkalan Brandan–Langsa dapat segera memasuki tahap konstruksi sehingga konektivitas Medan hingga Aceh dapat segera terwujud. Komisi VI DPR RI juga mendukung rencana pembangunan ruas Langsa–Aceh Tamiang sebagai kelanjutan koridor Jalan Tol Trans Sumatera," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengapresiasi dukungan Komisi VI DPR RI terhadap keberlanjutan pembangunan JTTS.
"Dukungan tersebut menjadi faktor penting agar pembangunan JTTS dapat terus berjalan sesuai target sehingga manfaat konektivitas, pemerataan ekonomi, dan peningkatan daya saing wilayah dapat segera dirasakan masyarakat," katanya.
Secara ekonomi, koridor Pangkalan Brandan–Langsa diproyeksikan menghemat jarak tempuh hingga 15,03 persen, memangkas waktu perjalanan 51,78 persen, serta memiliki Economic Internal Rate of Return (EIRR) sebesar 13,24 persen, sehingga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pemerataan pembangunan di Sumatera Utara dan Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....