Pemandian Aik Bukak, Destinasi Wisata Bersejarah dan Alami di Lombok Tengah

  • 16 Sep 2024 13:00 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram : Pemandian Aik Bukak, yang terletak di Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, merupakan pemandian alam yang dibangun ratusan tahun lalu saat Pulau Lombok berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Pada masa itu, tempat ini berfungsi sebagai markas dan tempat persembunyian pasukan Belanda, dengan akses eksklusif ke mata air yang hanya diperuntukkan bagi mereka, sehingga dikenal dengan sebutan "Aik Tutup".

Pada tahun 1970 dan 1977, pemerintah setempat melakukan renovasi besar untuk menghidupkan kembali tempat ini sebagai destinasi wisata. Taman Pemandian Aik Bukak kemudian menjadi salah satu taman pemandian umum pertama di Lombok yang dikelola secara komersial. Namun, tempat ini sempat terlupakan akibat kemunculan banyak destinasi wisata modern lainnya.

“Sempat ditinggalkan karena permasalahan pengelolaan, tetapi kemudian dibuka kembali. Meskipun begitu, dengan adanya banyak pemandian modern, tempat ini sempat terlupakan,” ujar Darwilan, tokoh senior di Desa Aik Bukak, Minggu, (15/09/2024).

Taman wisata ini menawarkan beberapa daya tarik utama yang tidak hanya menarik bagi pecinta alam, tetapi juga bagi keluarga yang ingin bersantai. Salah satu daya tarik terbesar adalah kolam pemandian yang diisi dengan air segar dari mata air alami Gunung Rinjani. Suasana alam sekitarnya yang dipenuhi dengan hutan hijau, serta udara pegunungan yang sejuk, menambah kenyamanan bagi pengunjung.

Terdapat dua jenis kolam di Pemandian Aik Bukak: kolam dewasa yang cukup dalam dan kolam anak-anak yang lebih dangkal, sehingga tempat ini cocok untuk segala usia. Berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Mataram dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam. Akses menuju lokasi ini relatif mudah, terutama bagi yang menggunakan kendaraan pribadi. Namun, hingga saat ini belum tersedia layanan transportasi umum yang langsung menuju tempat wisata ini. Ojek online pun belum ada di kawasan tersebut, meskipun pengunjung dapat memanfaatkan ojek lokal yang disediakan masyarakat setempat.

Taman ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 18.00 WITA, dan biasanya lebih ramai pada akhir pekan. Untuk menikmati pemandian ini, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk yang sangat terjangkau, yakni Rp. 5.000 untuk anak-anak dan Rp. 7.000 untuk dewasa. Biaya parkir juga cukup murah, dengan tarif Rp. 3.000 untuk motor dan Rp. 5.000 untuk mobil. Fasilitas di taman ini cukup memadai, termasuk area parkir, warung makan, toilet, dan mushola. Meskipun sederhana, fasilitas ini dirasa cukup untuk menunjang kebutuhan wisatawan yang datang.

“ Sekarang pengunjung kembali banyak, sempat sepi sebelum korona. Setelah korona justru rame lagi sampe sekarang,” ujar Darwilan

Pemandian Aik Bukak, dengan sejarah panjang dan keindahan alamnya, tidak hanya memberikan pengalaman berendam di kolam pemandian alami, tetapi juga menawarkan suasana alam yang menenangkan. Bagi wisatawan yang ingin melarikan diri dari keramaian kota, Taman Pemandian Aik Bukak adalah pilihan yang sempurna.

Beberapa rumpun tanaman bambu kuning berdiri tegak anggun. Cahaya matahari menyelinap ke celah-celah dedaunannya. Menciptakan gradasi warna memikat. Angin perlahan mengusap lembut daun-daunnya, menghasilkan suara gemerisik yang menenangkan di desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah yang sejuk. Setiap tangkai bambu memiliki keunikan tersendiri, dengan serat-serat halus yang melingkari tubuhnya. Suasana menjadi semakin ajaib saat embun pagi menyapa, menghiasi ujung-ujung daun dengan mutiara-mutiara berkilau.

Di tengah keindahan ini, waktu seperti berhenti sejenak. Di sini, di Desa menyimpan keindahan memukau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....