Eksotisme Bukit Merese Lombok Tengah
- 29 Okt 2023 12:46 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Tengah: Pulau lombok atau pulau Seribu Masjid memiliki keindahan alam dan budaya. Hal ini dapat dilihat mulai dari pantai yang indah sampai kawasan pegunungan yang memanjakan mata setiap wisatawan.
Sebut saja Bukit Merese,hamparan perbukitan dekat dengan Sirkuit Mandalika yang memiliki Pemandangan indah dari perbukitan di tepi pantai.
Bukit Merese menjadi salah satu objek wisata andalan di kawasan Mandalika, Lombok Tengah. Kawasan Sirkuit Mandalika termasuk salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas yang tengah dikembangkan pemerintah saat ini.
Butuh waktu 60 menit dengan roda dua dari Mataram, tapi jika anda sedang berada di Kota Praya, Lombok Tengah, cukup 30 menit. Alat transportasi cukup bersahabat dapat menggunakan kendaraan roda empat secara on line, atau rent car,
“Merese menawarkan pemandangan memesona dengan pantai-pantai sekitar Mandalika yang terlihat dari atas bukit dan menawan mengundang decak kagum. Di atas bukit traveler bisa menikmati sunrise serta sunset. Jadi, tetap asyik dikunjungi baik pagi maupun sore,” kata Nita, salah seorang mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri di Mataram, kepada RRI, Sabtu (28/10/2023).
Mendaki puncak bukit bisa dimulai dari pantai Aan. Untuk mencapai puncaknya, dibutuhkan waktu sekitar 10 menit. Treknya tidak terlalu terjal, dan cukup bersahabat untuk didaki. Dengan mendaki santai dan ditemani suasana sejuk di pagi hari, tak terasa sudah sampai di atas bukit.
Nah, dari sini, kita bisa menikmati indahnya sunrise dan lelah selama 10 menit seketika hilang karena saking indah dan menawannya.
Di kejauhan terlihat lengkungan pantai Tanjung Aan dengan pasir putih dan air laut bergradasi biru. Di sisi lain, batu karang yang unik tampak berdiri dengan gagahnya di tepi pantai. Di Merese, ada salah satu sisi bukit ada yang memanjang dengan lekukan-lekukan pantai yang cantik. Fotogenetik sekali untuk di foto.
“Bukit Merese memang cukup luas. Berjalan ke sisi lainnya, ada bagian bukit yang mendatar,” kata Nadia yang juga berangkat bersama Nita.
Nah, di ujung dataran tinggi ada sebuah pohon yang tak jarang disebut sebagai pohon galau. Memang pohon itu berdiri sendirian disana tanpa ada pohon besar lain yng tumbuh di sekitanya. Kabarnya pohon ini memang sengaja ditanam di atas bukit sebagai properti dari sebuah film.
Namun sampai sekarang dibiarkan tumbuh. Dan pohon itu sering dijadikan spot foto favorit traveler. Apa lagi saat sunset tiba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....