Perkebunan Kurma Lombok Utara Ditargetkan Jadi Wisata Religi pada 2027

  • 31 Agt 2026 14:58 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mulai menyiapkan wajah baru pariwisata di luar kawasan Tiga Gili dengan mengembangkan perkebunan kurma sebagai destinasi wisata berbasis pertanian, religi dan edukasi.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari rencana besar menjadikan Lombok Utara sebagai daerah peradaban kurma sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

Sekretaris Tim Percepatan Pembangunan Peradaban Kurma Indonesia KLU, Nasli, mengatakan kawasan perkebunan kurma nantinya tidak hanya difungsikan sebagai lahan produksi, tetapi juga akan dikemas sebagai destinasi yang dapat dikunjungi wisatawan.

“Selama ini wisata kita bertumpu pada Tiga Gili. Dengan potensi alam yang ada, perkebunan kurma ini bisa kita kemas menjadi destinasi wisata alternatif,” kata Nasli, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurutnya, pengembangan destinasi baru tersebut diharapkan dapat membantu menyebarkan aktivitas pariwisata ke wilayah lain di Lombok Utara. Selama ini konsentrasi kunjungan wisatawan masih banyak berada di kawasan Tiga Gili.

Dengan hadirnya destinasi berbasis perkebunan, wisatawan diharapkan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berada di Lombok Utara. Kondisi itu pada akhirnya ditargetkan mampu meningkatkan length of stay atau lama tinggal wisatawan.

“Harapan kita, length of stay atau lama tinggal wisatawan di KLU bisa lebih panjang sehingga berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Konsep yang disiapkan tidak semata-mata menjadikan perkebunan sebagai objek kunjungan. Kawasan kurma akan diarahkan menjadi ruang wisata yang menggabungkan unsur edukasi pertanian, pengalaman menikmati kawasan perkebunan serta wisata religi.

Namun, pemerintah daerah tidak ingin membuka kawasan tersebut kepada wisatawan sebelum kesiapan pengelolaan dan penataannya benar-benar matang.

Saat ini fokus pemerintah masih diarahkan pada pendampingan petani, peningkatan produktivitas serta penataan kawasan perkebunan. Pengemasan destinasi menjadi tahap berikutnya agar kawasan tersebut memiliki daya tarik dan pengalaman wisata yang jelas.

Pengembangan dilakukan melalui dua pola, yakni budidaya rumahan yang melibatkan petani binaan dan kawasan perkebunan dalam bentuk hamparan.

Lima klaster utama telah dikembangkan di sejumlah wilayah Lombok Utara, di antaranya Desa Sambik Bangkol, Gondang dan Rempek.

Pemda KLU menargetkan sejumlah kawasan perkebunan kurma mulai siap diperkenalkan kepada masyarakat dan wisatawan pada awal 2027.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....