Bukan Sekadar Patroli, Ini Tugas Polhut Menjaga Hutan Rinjani
- 20 Agt 2026 09:33 WIB
- Mataram
Poin Utama
- telaga biru desa perian
- wisata alam telaga biru desa perian lombok timur
- kuliner viral desa perian montong gading lombok timur
rri.co.id-mataram: Sahabat Sasambo, masih bersama saya, Omink Chan, dalam rangkaian Obrolan Budaya Pro 4 RRI Mataram melalui channel YouTube RRI Mataram Official. Setelah mengenal perjalanan Pak Wahyu Hening Kartiko hingga menjadi Polisi Hutan di Taman Nasional Gunung Rinjani, kini saya mengajaknya membicarakan tugas yang sebenarnya dijalankan seorang Polhut. Ternyata tugas tersebut berkaitan langsung dengan upaya memastikan kawasan konservasi tetap terlindungi dari berbagai ancaman maupun gangguan.
Pak Wahyu menjelaskan kepada saya bahwa tugas utama polisi hutan adalah menjaga kawasan hutan. Terutama pada kawasan konservasi, petugas harus berupaya memastikan tidak terjadi kerusakan yang dapat mengganggu fungsi hutan. Ancaman maupun gangguan terhadap kawasan harus dicegah agar kondisi hutan tetap aman.
Menurut Pak Wahyu, tujuan akhirnya adalah memastikan Taman Nasional sebagai kawasan konservasi tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Hutan harus tetap terjaga dan terlindungi. Jadi, Sahabat Sasambo, tugas Polhut tidak hanya dilakukan ketika sebuah pelanggaran sudah terjadi, tetapi juga mencakup upaya mencegah agar gangguan tersebut tidak sampai muncul.
Saya kemudian menanyakan kondisi hutan di Lombok, khususnya jika dikaitkan dengan persoalan penebangan liar. Pak Wahyu mengatakan bahwa saat ini kejadian illegal logging atau penebangan liar sudah berkurang. Kondisi itu menurutnya tidak terlepas dari berbagai aktivitas pengamanan dan perlindungan yang terus dilakukan.
Salah satu upayanya adalah patroli. Petugas secara rutin melakukan penjagaan di wilayah-wilayah yang dinilai berpotensi mengalami gangguan. Ada jadwal patroli yang dilakukan sebagai bagian dari pengamanan kawasan agar berbagai ancaman terhadap hutan dapat diketahui dan dicegah sedini mungkin.
Menariknya, Sahabat Sasambo, pekerjaan tersebut tidak hanya dilakukan petugas seorang diri. Pak Wahyu mengatakan pihak Taman Nasional juga berjalan berdampingan dengan masyarakat dalam menjaga kawasan. Keterlibatan masyarakat menjadi penting karena hutan yang lestari pada akhirnya juga memberikan manfaat kepada warga yang tinggal di sekitarnya.
Bagi saya, cerita ini kembali mengingatkan bahwa hutan merupakan warisan yang harus dijaga lintas generasi. Kalau generasi hari ini hanya menikmati tetapi tidak menjaga, manfaatnya akan semakin sulit dirasakan generasi berikutnya. Dari persoalan menjaga hutan, obrolan kami kemudian beralih kepada Telaga Biru dan bagaimana sebenarnya wisata dapat hadir di tengah kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....