Celetukan Ditempat Nongkrong Menjadi Muncul Nama Viral
- 20 Agt 2026 09:38 WIB
- Mataram
Poin Utama
- telaga biru desa perian
- wisata alam telaga biru desa perian lombok timur
- kuliner viral desa perian montong gading lombok timur
rri.co.id-mataram: Sahabat Sasambo, dalam kelanjutan Obrolan Budaya Pro 4 RRI Mataram yang tayang melalui channel YouTube RRI Mataram Official, Hasbi kembali membawa saya pada masa awal ketika kawasan yang dahulu disebut reban mulai memiliki identitas baru. Setelah foto di Facebook dan video di YouTube memperoleh banyak respons, para pemuda di sekitar Dusun Gunung Paok mulai memikirkan nama bagi lokasi tersebut. Dari obrolan yang sederhana itulah nama yang kita kenal sekarang perlahan terbentuk.
Hasbi bercerita, Sahabat Sasambo, pada awalnya mereka memilih nama Danau Biru. Saya pun penasaran apakah penetapan nama tersebut lahir melalui rapat khusus atau pertemuan resmi. Ternyata tidak demikian. Menurut Hasbi, gagasan tersebut muncul ketika para pemuda berkumpul dan duduk-duduk santai. Bahasa sederhananya, anak-anak muda sedang nongkrong bersama, lalu muncul pemikiran untuk memberi nama pada tempat yang mulai banyak ditanyakan orang.
Nama Danau Biru kemudian mulai digunakan. Orang-orang yang mendengar atau melihat unggahan tentang kawasan tersebut mulai bertanya, “Danau Biru di mana?” Namun kemudian muncul pemikiran baru. Hasbi menjelaskan bahwa sebutan danau dirasa kurang tepat karena biasanya menggambarkan kawasan perairan yang jauh lebih luas. Sementara genangan air yang berada di Gunung Paok memiliki ukuran yang tidak sebesar danau pada umumnya.
Dari pembicaraan sederhana itu seseorang kemudian mengusulkan, bagaimana kalau namanya diganti menjadi Telaga Biru? Usulan tersebut ternyata diterima. Hasbi mengatakan nama itu langsung diubah dan akhirnya terus digunakan. Dari situlah, Sahabat Sasambo, sebutan Telaga Biru mulai melekat di tengah masyarakat. Nama yang awalnya hanya lahir dari obrolan santai anak muda justru kemudian menjadi identitas destinasi yang semakin dikenal.
| Baca juga: “Sea to Summit”, Cara Promosikan Tambora |
Saya sempat bercanda dengan Hasbi bahwa anak-anak muda di sana ternyata berani juga menciptakan nama sendiri. Namun siapa sangka, nama itulah yang kemudian bertahan. Bagi saya, cerita ini memperlihatkan bahwa perkembangan wisata kadang tidak selalu dimulai dengan sebuah perencanaan formal. Kreativitas anak muda, media sosial, serta keberanian memberikan identitas pada suatu tempat dapat menjadi titik awal yang sangat penting.
Lalu saya bertanya kepada Hasbi, kapan mereka mulai benar-benar berpikir bahwa Telaga Biru dapat dikembangkan sebagai tempat wisata? Hasbi mengatakan gagasan itu berkembang setelah video tentang kawasan tersebut terus mendapatkan respons. Pada periode itu Hasbi sendiri masih berada di Kalimantan. Sekitar satu sampai dua tahun setelah tempat tersebut mulai dikenal, ia kemudian pulang dan melihat bahwa Telaga Biru masih sekadar menjadi tempat masyarakat bermain atau berkumpul.
Belum ada fasilitas wisata, belum ada penataan, bahkan belum ada pemikiran matang tentang bagaimana mengelola sebuah destinasi. Hasbi mengakui dirinya dan teman-temannya pada saat itu juga tidak memiliki pengalaman dalam bidang wisata. Sahabat Sasambo, justru dari ketidaktahuan itulah perjuangan sesungguhnya dimulai. Tetapi sebelum Hasbi melanjutkan kisah bagaimana mereka mulai menata Telaga Biru, udara dingin di sekitar telaga membuat obrolan kami berbelok sejenak pada satu hal yang tidak kalah menarik: kopi tebuk khas masyarakat setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....