Menengok Makam Sang Pahlawan Nasional di Pancor, Gratis tanpa Tiket
- 17 Agt 2026 11:42 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Suasana adem dan sederhana menyambut peziarah di kompleks Makam Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid di Pancor, Lombok Timur, yang terbuka untuk umum tanpa biaya masuk.
RRI.CO.ID, Mataram - Kompleks Makam Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid di Pancor, Kabupaten Lombok Timur, terus menjadi tujuan wisata religi favorit warga NTB maupun luar daerah. Suasana teduh pesantren yang mengelilingi area makam membuat siapa pun yang datang merasa betah berlama-lama.
Begitu memasuki gerbang, pengunjung akan disambut area pesantren dengan atap seng membentang luas dan deretan pilar putih bergaya arsitektur klasik. Lorong menuju makam terasa sejuk, apalagi dengan lalu-lalang para santri berpakaian putih yang menambah suasana religius kompleks tersebut. Dari titik ini, peziarah tinggal mengikuti jalur menuju sisi kiri bangunan utama untuk sampai ke area pemakaman.
Setelah menuju makam, banyak peziarah menyempatkan diri berdoa terlebih dahulu, lalu melakukan tradisi membasuh wajah dan tangan dengan air yang oleh warga setempat disebut dengan berbagai istilah lokal, salah satunya "bejarup". Tradisi serupa juga dikenal luas di kalangan masyarakat Sasak sebagai "beseraup", yakni membasuh wajah dengan air yang dibawa langsung oleh peziarah usai berdoa di area makam. Pengelola kompleks pun menyediakan tempat khusus lengkap dengan sejumlah teko berisi air, sehingga peziarah tidak perlu repot membawa dari rumah.

Yang menarik, seluruh area makam ini bisa diakses tanpa dipungut biaya sepeser pun. Tidak ada tiket masuk maupun tarif tertentu bagi pengunjung yang datang berziarah. Pengelola hanya mengimbau agar setiap peziarah menjaga kerapian, kesopanan, dan kebersihan selama berada di lingkungan makam.
Lokasi makam sendiri berada persis di ruas Jalan TGKH M. Zainuddin Abdul Majid, Pancor, Kabupaten Lombok Timur, dan mudah ditemukan lewat aplikasi peta digital karena papan penanda besar bertuliskan "Makam Pahlawan Nasional Almagfurulahu Maulana Assyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid" terpasang jelas di bagian depan kompleks.
Di bagian dalam, makam sang Maulana Syekh tampil sangat sederhana. Gundukan tanah berbatu kerikil dibiarkan alami tanpa ornamen berlebihan, hanya dikelilingi pagar besi putih yang berfungsi menjaga kebersihan dan kerapian area agar tetap terawat dari waktu ke waktu.
Dikutip dari catatan Portal Lombok Timur, TGKH Zainuddin Abdul Majid wafat pada 21 Oktober 1997 dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 9 November 2017 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 115/TK/Tahun 2017. Sejak itu, makamnya di lingkungan Mushalla Al Abror, Pancor, kerap menjadi lokasi ziarah resmi pemerintah daerah, terutama saat peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November.
Menurut keterangan dari para santri yang ada di sekitar kompleks makam, arus kunjungan peziarah ke makam ini bahkan meningkat signifikan menjelang bulan Ramadan, dengan banyak keluarga datang dari berbagai daerah di NTB untuk mengambil berkah sekaligus menghormati jasa sang pendiri Nahdlatul Wathan tersebut. Kompleks ini juga masih berada satu lingkungan dengan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi, warisan pendidikan yang dirintis langsung oleh TGKH Zainuddin Abdul Majid semasa hidupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....