Kunjungi Museum, Kini Bisa Koleksi Stempel Museum Passport
- 17 Agt 2026 11:47 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Museum Passport bikin wisata sejarah makin seru: satu buku, stempel dari berbagai museum se-Indonesia, termasuk Museum NTB di Mataram.
RRI.CO.ID, Mataram: Kalau selama ini paspor identik dengan cap imigrasi dari bandara luar negeri, kini ada versi lain yang bisa dikoleksi tanpa harus keluar negeri. Namanya Museum Passport, buku mirip paspor perjalanan yang halamannya diisi stempel khas dari setiap museum yang dikunjungi. Kabar baiknya, Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram turut menyediakan stempel khusus bagi pengunjung yang membawa Museum Passport miliknya, sebagaimana disampaikan langsung oleh Kepala Museum NTB.
Museum NTB juga mengenalkan program ini kepada para pengikutnya lewat unggahan reels di akun Instagram resmi @museumntb pada 30 Juli 2026.
"Apa itu museum pasport? Museum pasport ini digunakan ketika pergi atau berkunjung ke berbagai museum yang ada di Indonesia. Ini juga sebagai tanda bahwa kita pernah datang ke museum dan juga ingin mengetahui tentang berbagai budaya yang ada di seluruh Indonesia," tulis akun @museumntb dalam keterangan reels tersebut.
Dari Ide Cap Paspor ke Gaya Hidup Berbudaya
Dilansir dari Kompas.com, Museum Passport merupakan program resmi Kementerian Kebudayaan lewat Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Museum Internasional pada 18 Mei 2026, sebelum resmi dirilis ke publik pada 16 Juni 2026. Konsepnya diadaptasi dari tren mengoleksi cap perjalanan yang populer di kalangan pelancong, lalu diterapkan pada kunjungan museum dan cagar budaya di dalam negeri.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan harapannya agar kebiasaan berkunjung ke museum bisa menjadi bagian dari keseharian masyarakat, setara dengan kebiasaan pergi ke pusat perbelanjaan. Ia ingin momen datang ke museum diperlakukan selayaknya gaya hidup, bukan sekadar agenda wisata edukasi musiman.
Senada dengan itu, Kepala MCB Indira Estiyanti Nurjadin menyebut setiap stempel dalam buku ini bukan cuma bukti kehadiran, melainkan jejak pengalaman dan pengetahuan yang menghubungkan pengunjung dengan kisah-kisah yang membentuk identitas bangsa.

Bukan Sekadar Stempel Estetik
Museum Passport dijual dengan harga normal Rp89.000 dan sempat ditawarkan dengan harga promo, tersedia di IHA Shop serta sejumlah gerai museum di bawah naungan MCB, dan turut dipasarkan lewat jaringan Toko Buku Gramedia. Setiap pembelian buku ini juga dilengkapi voucher tiket masuk gratis ke museum-museum di bawah MCB, sehingga nilainya lebih dari sekadar suvenir.
Pada tahap awal peluncurannya, tercatat sekitar 16 hingga 18 museum dan puluhan cagar budaya di bawah pengelolaan MCB yang siap membubuhkan stempel, mulai dari Museum Nasional Indonesia, Galeri Nasional Indonesia, Museum Benteng Vredeburg di Yogyakarta, hingga Museum Majapahit di Mojokerto. Program ini dirancang terus berkembang, merambah museum daerah dan museum swasta di berbagai kota, termasuk Museum NTB.
Kepala Museum NTB, Dr. Ahmad Nuralam, membenarkan hal tersebut. "Museum NTB juga turut menjalankan dan memperkenalkan program resmi Kementerian Kebudayaan lewat Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Museum Internasional pada 18 Mei 2026. Jadi, kalau nanti pengunjung datang ke Museum NTB akan mendapatkan stempel khusus. Museum Passport ini berlaku di seluruh museum yang ada di Indonesia, tentu nanti stempelnya beda-beda," ujarnya.
Kenapa Layak Dicoba
Bagi generasi muda yang akrab dengan tren jurnal fisik dan kegemaran mengoleksi barang bernuansa nostalgia, Museum Passport menawarkan sensasi serupa: setiap halaman yang terisi stempel jadi bukti nyata perjalanan menjelajahi sejarah, sesuatu yang tak tergantikan oleh sekadar tangkapan layar di ponsel. Selain menjadi kenang-kenangan pribadi, kebiasaan berburu stempel ini juga diharapkan mendorong kunjungan berulang ke museum, karena setiap tempat menawarkan cerita dan koleksi berbeda setiap kali disambangi.
Untuk masyarakat Mataram dan sekitarnya, ini jadi alasan baru menjadikan Museum NTB sebagai destinasi akhir pekan. Selain bisa menikmati koleksi kain tradisional, artefak sejarah, dan naskah kuno khas Lombok dan Sumbawa, pengunjung kini pulang membawa satu lagi buah tangan: stempel unik yang mengabadikan momen kunjungan mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....