Arsitektur Selong Selo yang Menyatu dengan Alam
- 30 Jun 2026 20:14 WIB
- Mataram
Poin Utama
- wisata ntb
- PARIWISATA BUDAYA NTB
rri.co.id Mataram: Masih bareng saya, Omink. Sahabat RRI, semakin lama saya berada di Selong Selo Resort, semakin saya menyadari bahwa tempat ini bukan sekadar menawarkan vila-vila mewah. Ada filosofi yang benar-benar dijaga dalam setiap sudut pembangunannya. Mulai dari letak bangunan, desain ruangan, hingga arah hadap setiap vila, semuanya seperti dirancang agar alam tetap menjadi pemeran utama. Rasa penasaran itu membuat saya kembali berbincang dengan Deiby Siwy, Director of Sales and Marketing Selong Selo Resort, untuk mengetahui cerita di balik konsep arsitektur yang begitu unik ini.
Saya pun bertanya kepada Deiby, apa yang membedakan Selong Selo Resort dengan resort-resort lain yang juga menawarkan kemewahan. Menurutnya, sejak awal resort ini tidak ingin membangun bangunan yang mendominasi alam, tetapi justru ingin menyatu dengan lingkungan sekitarnya. "Konsep kami memang villa yang menyatu dengan alam. Kami memanfaatkan kontur perbukitan yang sudah ada, kemudian menghadirkan desain yang terbuka agar tamu bisa menikmati udara segar dan panorama Lombok dari setiap sudut bangunan," jelas Deiby. Dari penjelasan itu saya bisa merasakan bahwa alam bukan sekadar latar belakang, melainkan bagian dari pengalaman menginap itu sendiri.
Saat berjalan mengelilingi kawasan resort, saya melihat hampir setiap vila memiliki bukaan yang lebar. Jendela-jendela besar menghadap langsung ke laut, sementara ruang tamu dan teras dibuat tanpa banyak sekat. Cahaya matahari masuk dengan alami, begitu pula angin yang berembus dari arah Samudra Hindia. Deiby mengatakan bahwa konsep seperti ini sengaja diterapkan agar tamu tidak merasa terpisah dari alam. "Kami ingin sirkulasi udara tetap maksimal sehingga suasana di dalam vila terasa lebih nyaman. Ketika tamu membuka pintu atau jendela, yang mereka lihat adalah laut, langit, dan perbukitan hijau Lombok," tuturnya.
Hal lain yang menarik perhatian saya adalah bagaimana pembangunan resort tetap mengikuti bentuk alami bukit. Tidak ada kesan memaksakan lahan menjadi datar hanya demi membangun vila yang seragam. Justru setiap bangunan memiliki karakter yang berbeda mengikuti kontur tanah tempatnya berdiri. Menurut Deiby, cara itu dilakukan agar keseimbangan alam tetap terjaga. "Kami berusaha menyesuaikan desain dengan kondisi alam yang sudah ada. Jadi pembangunan dilakukan dengan tetap menghormati karakter kawasan ini," katanya. Mendengar penjelasan tersebut, saya melihat bahwa kemewahan tidak selalu berarti mengubah alam, tetapi justru menghargainya.
Deiby juga menjelaskan bahwa banyak wisatawan memberikan apresiasi terhadap konsep tersebut. Mereka merasa mendapatkan pengalaman yang berbeda karena bisa menikmati alam tanpa kehilangan kenyamanan. Bahkan ada tamu yang menghabiskan sebagian besar waktunya hanya duduk di teras vila sambil menikmati suara angin dan pemandangan laut. "Banyak tamu mengatakan bahwa suasana seperti ini sulit mereka temukan di kota-kota besar. Di sini mereka benar-benar merasa dekat dengan alam," ungkap Deiby. Bagi saya, itulah kekuatan utama Selong Selo Resort yang tidak mudah ditiru oleh tempat lain.
Di tengah berkembangnya industri pariwisata, saya melihat Selong Selo Resort memberikan contoh bahwa pembangunan modern tetap bisa berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan. Alam tidak dijadikan objek yang dieksploitasi, tetapi menjadi sahabat yang selalu dijaga keberadaannya. Deiby berharap konsep seperti ini dapat menginspirasi pengembangan pariwisata di berbagai daerah. "Lombok memiliki alam yang luar biasa indah. Tugas kita adalah menjaga keindahan itu sambil menghadirkan pengalaman terbaik bagi setiap wisatawan," ujarnya. Kalimat itu terasa sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat dalam.
Sahabat RRI, dari obrolan hari ini saya semakin memahami bahwa sebuah bangunan bisa memiliki nilai budaya dan filosofi yang kuat ketika dibangun dengan menghormati alam di sekitarnya. Selong Selo Resort membuktikan bahwa arsitektur modern tidak harus menghilangkan identitas lokal. Justru ketika alam dijadikan bagian dari konsep utama, pengalaman yang dirasakan wisatawan menjadi jauh lebih berkesan. Saya Omink, akan kembali mengajak Sahabat RRI menyusuri cerita-cerita inspiratif lainnya dari Selong Selo Resort. Sampai bertemu di artikel berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....