Kuliner Tradisional Lombok Menjadi Identitas Resort Internasional

  • 30 Jun 2026 20:14 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • wisata ntb
  • PARIWISATA BUDAYA NTB

rri.co.id Mataram: Masih bareng saya, Omink. Sahabat RRI, setelah mendengar cerita tentang tradisi Begibung yang menjadi salah satu pengalaman favorit wisatawan di Selong Selo Resort, rasa penasaran saya semakin besar. Saya ingin tahu, mengapa sebuah resort bertaraf internasional justru begitu serius menghadirkan makanan-makanan khas Lombok kepada para tamunya. Bukankah lebih mudah menyajikan hidangan internasional yang sudah dikenal banyak orang. Pertanyaan itulah yang kemudian saya ajukan kepada Deiby Siwy, Director of Sales and Marketing Selong Selo Resort. Jawabannya ternyata membuka pandangan saya tentang bagaimana sebuah kuliner bisa menjadi identitas sebuah destinasi wisata.

Deiby menjelaskan bahwa sejak awal Selong Selo Resort tidak ingin hanya dikenal karena vila-vilanya yang mewah atau panorama alamnya yang indah. Mereka juga ingin para tamu mengenal Lombok melalui cita rasa makanannya. "Kami percaya makanan adalah salah satu cara paling mudah untuk memperkenalkan budaya. Karena itu kami selalu berusaha menghadirkan menu-menu khas Lombok sebagai bagian dari pengalaman menginap para tamu," ujar Deiby. Menurutnya, setiap hidangan yang disajikan memiliki cerita yang membuat wisatawan semakin mengenal daerah yang sedang mereka kunjungi.

Saya kemudian melihat daftar menu yang disiapkan di restoran resort. Di sana tidak hanya tersedia hidangan internasional, tetapi juga berbagai makanan khas Lombok yang cukup dikenal, mulai dari Ayam Taliwang, Plecing Kangkung, hingga beberapa jajanan tradisional. Deiby mengatakan bahwa menu-menu tersebut selalu mendapat perhatian dari wisatawan asing. "Ayam Taliwang menjadi salah satu menu favorit. Hampir setiap tamu yang datang ingin mencobanya karena mereka sering melihatnya di media sosial atau mendapatkan rekomendasi dari tamu lain yang pernah menginap di sini," jelasnya. Saya pun semakin yakin bahwa kuliner memang memiliki kekuatan untuk menarik rasa penasaran wisatawan.

Menurut Deiby, memperkenalkan makanan tradisional tidak cukup hanya dengan menyajikannya di meja makan. Karena itu pihak resort juga aktif mempromosikan kuliner Lombok melalui berbagai platform digital. "Kami rutin memperkenalkan makanan khas Lombok melalui Instagram, website, dan media sosial lainnya. Jadi sebelum tamu datang pun mereka sudah memiliki gambaran tentang kuliner yang akan mereka nikmati selama berada di sini," tuturnya. Cara seperti ini, menurut saya, sangat efektif karena wisatawan sekarang memang banyak mencari referensi perjalanan melalui media digital.

Dalam obrolan kami, Deiby juga memperkenalkan dua sosok penting yang berada di balik kelezatan hidangan Selong Selo Resort, yaitu Chef Cipto dan Chef Radit. Ia mengatakan bahwa keduanya memiliki peran yang berbeda, tetapi sama-sama berkomitmen menjaga kualitas makanan. "Chef Cipto sangat berpengalaman dalam menyiapkan berbagai makanan tradisional dan pastry, sementara Chef Radit punya Ayam Taliwang yang selalu saya rekomendasikan kepada tamu. Rasanya benar-benar menjadi salah satu favorit di sini," katanya sambil tersenyum. Mendengar cerita itu, saya jadi semakin tidak sabar untuk melihat langsung aktivitas mereka di dapur.

Bagi Deiby, menjaga kualitas makanan merupakan bagian penting dalam membangun citra resort. Menurutnya, tamu mungkin datang karena tertarik dengan pemandangan alam, tetapi mereka akan kembali jika mendapatkan pengalaman yang lengkap, termasuk menikmati makanan yang berkesan. "Kalau tamu pulang lalu masih mengingat rasa Ayam Taliwang atau Begibung yang mereka nikmati di sini, berarti kami berhasil memberikan pengalaman yang tidak terlupakan," ungkapnya. Saya sepakat dengan pendapat tersebut. Karena sering kali kenangan tentang sebuah tempat justru melekat lewat cita rasa makanan yang pernah dinikmati.

Sahabat RRI, dari perbincangan hari ini saya belajar bahwa kuliner bukan sekadar pelengkap dalam dunia pariwisata. Kuliner adalah identitas, cerita, sekaligus jembatan yang mempertemukan budaya lokal dengan wisatawan dari berbagai belahan dunia. Selong Selo Resort menunjukkan bahwa memperkenalkan Lombok tidak harus selalu melalui panorama alam, tetapi juga bisa dimulai dari sepiring Ayam Taliwang, Plecing Kangkung, hingga tradisi Begibung yang penuh makna. Saya Omink, masih akan mengajak Sahabat RRI menyusuri cerita-cerita menarik lainnya dari Selong Selo Resort. Sampai bertemu di artikel berikutnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....