Mengapa Privasi Menjadi Kemewahan Baru dalam Dunia Pariwisata

  • 30 Jun 2026 20:16 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • wisata ntb
  • PARIWISATA BUDAYA NTB

rri.co.id-Mataram: Masih bareng saya, Omink. Sahabat RRI, perjalanan saya di Selong Selo Resort masih berlanjut. Setelah menikmati panorama yang luar biasa indah dari atas perbukitan, perhatian saya kemudian tertuju pada satu hal yang membuat resort ini terasa berbeda. Vila-vila di sini dibangun dengan jarak yang cukup berjauhan, tidak berhimpitan seperti kebanyakan penginapan. Suasananya tenang, tidak bising, dan setiap sudut terasa begitu nyaman. Saya pun penasaran, apakah konsep seperti ini memang sengaja dirancang sejak awal. Pertanyaan itu langsung saya sampaikan kepada Deiby Siwy, Director of Sales and Marketing Selong Selo Resort.

Deiby menjelaskan bahwa saat ini wisatawan memiliki cara pandang yang berbeda ketika memilih tempat menginap. Menurutnya, banyak tamu yang tidak lagi sekadar mencari kamar yang nyaman, tetapi juga menginginkan ruang pribadi untuk benar-benar beristirahat dari rutinitas. "Konsep utama kami memang privasi. Kami ingin setiap tamu merasa memiliki ruangnya sendiri tanpa terganggu oleh keramaian. Karena itu setiap vila dirancang menyatu dengan alam dan memiliki area yang luas," ujar Deiby. Mendengar penjelasan itu, saya mulai memahami bahwa kemewahan saat ini ternyata bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga tentang ketenangan.

Saya kemudian melihat kembali ke arah deretan vila yang berdiri mengikuti kontur bukit. Tidak ada bangunan yang saling menutupi pemandangan satu sama lain. Justru setiap vila memiliki sudut terbaik untuk menikmati laut, langit, dan hijaunya perbukitan. Deiby mengatakan bahwa semua itu sudah dipikirkan sejak tahap perencanaan. "Kami ingin setiap tamu memiliki pengalaman yang sama, yaitu bisa menikmati panorama Lombok langsung dari vila mereka. Jadi posisi bangunan benar-benar diperhitungkan agar semuanya mendapatkan pemandangan terbaik," jelasnya. Saya pun mengangguk karena memang dari mana pun berdiri, pemandangan di resort ini tetap terasa memukau.

Di tengah obrolan, saya juga bertanya siapa saja yang biasanya memilih menginap di Selong Selo Resort. Deiby menjelaskan bahwa tamunya sangat beragam. Ada pasangan yang ingin menikmati bulan madu, keluarga besar yang menghabiskan waktu bersama, hingga perusahaan yang mengadakan kegiatan khusus. Bahkan tersedia vila dengan tujuh kamar tidur yang bisa digunakan untuk berbagai acara. "Kami punya beberapa tipe vila, mulai dari studio, satu kamar, dua kamar, sampai tujuh kamar. Jadi tamu bisa memilih sesuai kebutuhan mereka," katanya. Menurut saya, pilihan seperti ini memberikan keleluasaan bagi setiap wisatawan untuk menikmati liburan dengan cara yang mereka inginkan.

Menariknya lagi, menurut Deiby, banyak wisatawan justru datang ke Selong Selo Resort untuk menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Mereka ingin menikmati pagi tanpa suara kendaraan, bekerja sambil memandang laut, atau sekadar menghabiskan sore ditemani semilir angin dari Samudra Hindia. "Banyak tamu yang bilang mereka datang ke sini untuk benar-benar beristirahat. Mereka ingin menikmati suasana yang tenang, menghirup udara segar, dan mengembalikan energi sebelum kembali beraktivitas," tuturnya. Dari cerita itu saya semakin percaya bahwa ketenangan kini menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Bagi saya, konsep seperti ini sangat selaras dengan karakter Pulau Lombok yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam dan suasana yang lebih damai. Selong Selo Resort tidak mencoba mengubah karakter tersebut, tetapi justru memperkuatnya melalui desain bangunan yang terbuka, penggunaan material yang menyatu dengan lingkungan, serta penataan kawasan yang tetap menjaga keasrian alam. Deiby mengatakan, "Kami ingin tamu merasa dekat dengan alam, bukan sekadar melihat alam dari kejauhan." Kalimat sederhana itu menurut saya menggambarkan filosofi resort ini secara keseluruhan.

Dari perbincangan hari ini saya mendapatkan satu pelajaran menarik. Kemewahan dalam dunia pariwisata ternyata telah mengalami perubahan. Jika dulu kemewahan identik dengan bangunan megah dan fasilitas yang serba mewah, kini banyak wisatawan justru mencari ketenangan, privasi, dan pengalaman yang lebih dekat dengan alam. Selong Selo Resort berhasil menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan ruang yang nyaman tanpa menghilangkan keindahan asli Lombok. Saya Omink, masih akan mengajak Sahabat RRI melanjutkan perjalanan menyusuri kisah-kisah menarik lainnya dari Selong Selo Resort. Sampai bertemu di artikel berikutnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....