Kuliner Tradisional Lombok Siap Bersaing di Dunia Internasional
- 30 Jun 2026 20:17 WIB
- Mataram
Poin Utama
- wisata ntb
- PARIWISATA BUDAYA NTB
rri.co.id-Mataram: Masih bareng saya, Dika Swara. Sahabat RRI, tanpa terasa perjalanan saya menyusuri dapur Selong Selo Resort sudah sampai di penghujung cerita. Dari awal saya datang, banyak pengalaman menarik yang saya dapatkan. Mulai dari melihat bagaimana Ayam Taliwang menjadi menu favorit wisatawan mancanegara, menyaksikan proses pembuatan kue-kue tradisional, hingga mengetahui bagaimana para chef tetap mempertahankan cara memasak khas Lombok di tengah fasilitas dapur yang modern. Semua pengalaman itu membawa saya pada satu kesimpulan, kuliner tradisional Indonesia ternyata memiliki potensi yang sangat besar untuk dikenal dan dicintai oleh masyarakat dunia.
Sebelum mengakhiri kunjungan ini, saya kembali berbincang dengan Chef Radit. Saya bertanya, apa yang membuat dirinya begitu yakin bahwa makanan khas Lombok mampu bersaing dengan berbagai hidangan internasional. Chef Radit menjawab dengan penuh optimisme. "Saya percaya makanan kita punya kualitas yang luar biasa. Bumbunya kaya, rempahnya lengkap, dan setiap menu punya cerita. Selama kita menjaga kualitas dan penyajiannya, kuliner Lombok pasti bisa diterima di mana saja," ungkapnya. Menurutnya, wisatawan asing datang bukan untuk mencari makanan yang sama seperti di negara mereka, melainkan ingin menikmati pengalaman baru yang autentik.
Chef Radit juga mengatakan bahwa keberhasilan sebuah makanan bukan hanya ditentukan oleh kelezatannya, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjaga kualitas. Karena itulah setiap hidangan yang keluar dari dapur selalu melewati proses pengecekan yang teliti. Mulai dari rasa, tingkat kematangan, hingga tampilan di atas piring harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. "Kami ingin setiap tamu mendapatkan pengalaman yang sama baiknya. Hari ini enak, besok juga harus tetap enak. Itu yang selalu kami jaga," katanya. Mendengar penjelasan tersebut saya semakin memahami bahwa mempertahankan kualitas merupakan kunci agar kuliner daerah mampu bersaing di tingkat internasional.
Saya kemudian melanjutkan obrolan bersama Chef Cipto yang sejak awal banyak bercerita tentang kue-kue tradisional. Menurutnya, Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, hanya saja perlu lebih banyak diperkenalkan kepada dunia. "Banyak tamu yang awalnya tidak tahu apa itu klepon, dadar gulung, atau selorot. Setelah mereka mencoba, ternyata mereka suka. Itu artinya makanan tradisional kita punya peluang besar kalau terus diperkenalkan dengan cara yang tepat," tutur Chef Cipto. Baginya, promosi terbaik bukan hanya lewat cerita, tetapi lewat pengalaman langsung yang dirasakan oleh setiap wisatawan.
Yang membuat saya semakin bangga, ternyata kedua chef ini tidak pernah melihat makanan tradisional sebagai hidangan yang kuno atau ketinggalan zaman. Justru mereka terus berupaya menghadirkannya dengan tampilan yang lebih menarik tanpa menghilangkan cita rasa aslinya. Gerabah khas Lombok tetap digunakan sebagai wadah penyajian, bahan-bahan lokal tetap menjadi pilihan utama, sementara sentuhan modern hanya diberikan pada cara penyajian agar lebih elegan. "Kami ingin tamu melihat bahwa makanan tradisional juga bisa tampil cantik dan berkelas. Budayanya tetap ada, tetapi penyajiannya mengikuti perkembangan zaman," jelas Chef Cipto.
Selama berada di Selong Selo Resort saya juga melihat bahwa wisatawan asing ternyata sangat menghargai usaha tersebut. Mereka bukan hanya menikmati makanannya, tetapi juga bertanya tentang sejarah, bahan-bahan, hingga filosofi yang terkandung di balik setiap hidangan. Bahkan banyak di antara mereka yang mengikuti cooking class agar bisa membawa pengalaman itu pulang ke negara masing-masing. Dari sinilah saya melihat bahwa kuliner memiliki kekuatan yang luar biasa sebagai duta budaya. Tanpa disadari, setiap tamu yang kembali ke negaranya akan membawa cerita tentang Lombok, tentang rempah-rempahnya, tentang keramahan para chef, dan tentu saja tentang kelezatan makanan tradisional yang mereka nikmati.
Sahabat RRI, perjalanan saya di Selong Selo Resort hari ini benar-benar memberikan banyak inspirasi. Saya belajar bahwa kekayaan kuliner Indonesia bukan hanya layak untuk dibanggakan, tetapi juga layak diperkenalkan kepada dunia dengan penuh percaya diri. Selama kita tetap menjaga kualitas, mempertahankan resep warisan leluhur, menggunakan hasil bumi lokal, dan terus berinovasi dalam penyajian, saya yakin kuliner Nusantara akan semakin dikenal di panggung internasional. Terima kasih kepada Chef Radit dan Chef Cipto yang telah berbagi cerita, pengalaman, serta semangat dalam menjaga cita rasa Lombok. Saya Dika Swara pamit undur diri. Sampai bertemu kembali dalam perjalanan budaya dan kuliner berikutnya. Tetap cintai budaya sendiri, karena dari sanalah dunia akan mengenal siapa kita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....