ITDC Komitmen Kembangkan Destinasi Pariwisata Berdaya Saing Global

  • 24 Jun 2026 08:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pengembangan destinasi pariwisata nasional setelah resmi kembali menyandang status Persero sejak 10 Juni 2026.

Penguatan status tersebut menjadi tonggak baru bagi perusahaan dalam menjalankan mandat sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfokus pada pengembangan kawasan pariwisata, pengelolaan aset negara, serta mendorong masuknya investasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan perubahan status tersebut semakin memperkuat posisi perusahaan dalam menjalankan peran strategisnya sebagai pengembang destinasi pariwisata unggulan Indonesia.

Menurutnya, status Persero memberikan fondasi kelembagaan yang lebih kuat bagi ITDC untuk mengembangkan kawasan pariwisata secara profesional, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat maupun daerah.

“Status Persero semakin mempertegas peran ITDC dalam mengembangkan destinasi pariwisata kelas dunia sekaligus mengoptimalkan pengelolaan aset negara. Kami ingin memastikan setiap kawasan yang dikembangkan mampu menarik investasi, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya, Selasa 23 Juni 2026.

Sejalan dengan penguatan tersebut, ITDC berkomitmen melanjutkan pengembangan kawasan wisata terpadu melalui pendekatan yang mengintegrasikan perencanaan kawasan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan aset, hingga pengembangan investasi.

Sebagai bagian dari Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, InJourney, ITDC saat ini mengelola tiga kawasan pariwisata strategis nasional, yakni The Nusa Dua di Bali seluas sekitar 350 hektare, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat dengan luas sekitar 1.175 hektare, serta The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur yang mencakup area sekitar 20 hektare.

Dalam pengelolaan kawasan tersebut, ITDC berperan sebagai master developer sekaligus asset manager yang bertugas memastikan pengembangan kawasan berjalan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi negara.

Ahmad Fajar menilai, perubahan status perusahaan juga sejalan dengan agenda transformasi BUMN yang tengah didorong pemerintah, termasuk penguatan tata kelola perusahaan, optimalisasi aset negara, dan penciptaan nilai ekonomi jangka panjang.

Ia optimistis penguatan status Persero akan semakin meningkatkan kepercayaan investor, mitra usaha, serta para pemangku kepentingan terhadap berbagai proyek dan kawasan yang dikembangkan ITDC.

“Kepercayaan investor menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan kawasan. Dengan status Persero, kami memiliki landasan yang semakin kuat untuk menghadirkan kawasan pariwisata yang kompetitif dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Ke depan, ITDC memastikan akan terus mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), pengelolaan risiko yang terukur, inovasi, serta kepatuhan terhadap regulasi dalam setiap proses pengembangan kawasan.

Melalui langkah tersebut, ITDC berharap dapat memperkuat perannya sebagai katalis pengembangan pariwisata nasional sekaligus menghadirkan destinasi yang berdaya saing global, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....