Hemat Ditengah Tekanan Ekonomi, Warga Dompu Pilih Wisata Sungai Gratis

  • 14 Jun 2026 14:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu — Ditengah kondisi ekonomi yang menuntut penghematan, banyak warga Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memilih memanfaatkan potensi alam sebagai tempat rekreasi murah meriah bahkan gratis untuk mengisi hari libur bersama keluarga. Meski Dompu memiliki sejumlah destinasi wisata populer seperti Pantai Lakey, Pantai Ria, dan Serae Nduha, sebagian warga justru lebih memilih wisata alam tanpa biaya besar.

Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi saat musim kemarau adalah aliran sungai di Desa Katua, Kecamatan Dompu. Sungai dengan air jernih dan hamparan bebatuan alami itu menjadi tempat favorit warga untuk mandi dan bersantai.

Yuniarni, warga Bali Bunga, Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja, mengaku memilih berlibur ke sungai karena tidak membutuhkan biaya besar seperti berwisata ke tempat lain.

“Tidak perlu bayar tiket masuk ataupun parkir. Kami bisa mandi dan bersenang-senang bersama keluarga,” ujarnya, Minggu, 14 Juni 2026.

Menurutnya, suasana mandi di sungai juga mengingatkannya pada masa kecil ketika aktivitas bermain di alam masih menjadi hiburan utama masyarakat.

“Rasanya seperti kembali ke masa kecil. Airnya jernih dan suasananya masih alami,” katanya.

Sejak lama, sungai di Desa Katua memang menjadi alternatif wisata musiman bagi warga Dompu, terutama saat musim kemarau. Kondisi air yang tenang dan bersih membuat lokasi tersebut ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai wilayah.

Tidak hanya warga Kecamatan Dompu, pengunjung juga datang dari Kecamatan Woja, Pajo, bahkan dari wilayah Kabupaten Bima untuk menikmati suasana alami sungai tersebut. Selain menjadi tempat rekreasi murah, lokasi itu juga dimanfaatkan warga sebagai sarana berkumpul bersama keluarga dan teman tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

Namun, warga hanya memanfaatkan sungai tersebut saat musim kemarau. Ketika musim hujan tiba, lokasi itu tidak lagi digunakan untuk aktivitas wisata karena aliran air menjadi deras dan rawan banjir kiriman dari pegunungan. Selain berbahaya, air sungai saat musim hujan juga berubah keruh akibat bercampur lumpur sehingga tidak aman digunakan untuk mandi maupun bermain air.

Sayanganya, sungai yang bagus dengan. Ornamen batu kali berukuran besar ini, tidak terjaga dengan baik. Banyak sampah plastik yang ditinggalkan pengunjung, membuat pinggiran sungai ini, terkesan sedikit kumuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....