ITDC Raih Predikat Role Model Pengelolaan Pariwisata Hijau
- 02 Jun 2026 19:16 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meraih penghargaan sebagai Role Model Pengelolaan Pariwisata Hijau dari Tribun Bali atas konsistensinya menerapkan praktik green tourism di tiga destinasi yang dikelola, yakni The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat, dan The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur.
Penghargaan tersebut diserahkan di Dharma Negara Alaya Lumintang ssebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen ITDC dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan pada pengelolaan kawasan pariwisata melalui keseimbangan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan pariwisata hijau kini menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga daya saing sekaligus keberlanjutan destinasi wisata di masa depan.
“Bagi ITDC, pariwisata hijau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk memastikan keberlanjutan destinasi di masa depan. Pembangunan dan operasional kawasan pariwisata harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan dan budaya, serta pemberdayaan masyarakat lokal,” ujarnya Selasa, 2 Juni 2026.
Di kawasan The Nusa Dua, Bali, ITDC menerapkan berbagai teknologi ramah lingkungan, mulai dari pemanfaatan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), sistem daur ulang air (reclaim water), pengolahan air limbah, hingga distribusi Liquefied Natural Gas (LNG). Pengelolaan tersebut diperkuat dengan sistem pengelolaan sampah terpadu dan fasilitas pengomposan kawasan.
Sementara di The Mandalika, Lombok Tengah, konsep pariwisata hijau diwujudkan melalui konservasi ekosistem pesisir, penghijauan kawasan, penanaman pohon dan mangrove, serta kegiatan bersih pantai yang melibatkan masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Tak hanya itu, ITDC juga tengah menyiapkan pengembangan kawasan konservasi mangrove seluas 47,8 hektare yang akan menjadi Mandalika Mangrove Sanctuary, sebagai pusat konservasi sekaligus edukasi lingkungan berbasis pariwisata berkelanjutan.
Adapun di The Golo Mori, Nusa Tenggara Timur, ITDC mengembangkan konsep sustainable marine-based and ecotourism destination dengan menyeimbangkan konservasi alam dan pengembangan pariwisata premium berbasis Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE).
Menurut Ahmad Fajar, penghargaan yang diraih menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan destinasi wisata.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi ITDC untuk terus memperkuat implementasi prinsip green tourism secara konsisten di seluruh destinasi yang kami kelola. Fokus kami tidak hanya menghadirkan destinasi berkelas dunia, tetapi juga memastikan pengelolaannya memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan sektor pariwisata nasional,” ujarnya.
Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi yang terus dikembangkan, ITDC berkomitmen memperkuat pengelolaan destinasi yang berkelanjutan guna menciptakan kawasan wisata yang berdaya saing, inklusif, serta memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....