Buyer Internasional Tinjau Lombok, NTB Genjot Promosi Wisata di BBTF 2026

  • 02 Jun 2026 09:46 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Puluhan buyer dan pelaku industri pariwisata internasional dari belasan negara mengikuti kegiatan familiarization trip (famtrip) di Lombok sebagai rangkaian Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memperkenalkan langsung kekayaan destinasi wisata, budaya, kuliner, hingga fasilitas pariwisata kelas dunia kepada pasar internasional.

Para peserta famtrip berasal dari berbagai negara, di antaranya Australia, Malaysia, India, Belanda, Afrika Selatan, Polandia, Prancis, Kenya, Lithuania, Tiongkok, Hong Kong, Pakistan, Filipina, Kazakhstan, Myanmar, hingga Slovakia.

Selama dua hari, para buyer menikmati berbagai atraksi wisata yang telah disiapkan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, serta pelaku industri pariwisata lokal. Kegiatan ini mencakup kunjungan ke destinasi unggulan, pengalaman budaya, hingga wisata kuliner khas Lombok.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan antusiasme peserta BBTF 2026 untuk mengunjungi NTB sangat tinggi. Menurutnya, kunjungan langsung ke destinasi wisata memberikan dampak promosi yang lebih efektif dibandingkan pertemuan bisnis dalam pameran.

“Antusiasme peserta sangat besar. Ini menjadi kesempatan penting agar mereka mengetahui kondisi terkini destinasi wisata di NTB, termasuk budaya, kuliner, dan berbagai potensi yang kita miliki,” ujarnya saat menjamu para buyer di Qunci Villas, Lombok, Minggu malam 31 Mei 2026.

Ia menambahkan, melalui famtrip, para pelaku industri pariwisata dapat merasakan langsung pengalaman berwisata di Lombok sehingga peluang kerja sama bisnis dapat terbangun lebih kuat dan berkelanjutan.

“Harapannya tentu ada kemitraan yang kuat antara pelaku usaha pariwisata NTB dengan buyer dari berbagai negara sehingga dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke NTB,” kata Aulia.

Selain destinasi wisata, Pemerintah Provinsi NTB juga memperkenalkan kekayaan budaya lokal, kuliner khas, serta konsep gastro tourism yang tengah menjadi tren wisata global. Upaya ini menjadi bagian dari strategi promosi untuk meningkatkan daya saing pariwisata NTB di tingkat internasional.

Sementara itu, Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh, mengatakan para buyer yang diundang merupakan pelaku potensial dari kawasan Eropa, Amerika, Asia, hingga Afrika yang dinilai memiliki jaringan pemasaran wisata yang luas.

“Yang ingin kita gali adalah komitmen mereka untuk menjual Lombok secara serius. Karena itu mereka harus melihat sendiri destinasi, hotel, atraksi wisata, dan pengalaman yang ditawarkan Lombok,” ujarnya.

Selama di Lombok, para peserta mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, mulai dari Gili Trawangan dengan aktivitas bersepeda, naik cidomo, dan snorkeling, hingga wisata selam. Mereka juga dijadwalkan mengunjungi sentra kerajinan gerabah Banyumulek, Desa Adat Sukarara yang terkenal dengan tenun tradisional, serta Desa Adat Ende yang menampilkan budaya masyarakat Sasak.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada wisata gastronomi khas Lombok seperti serabi dan cerorot yang dibuat langsung oleh masyarakat lokal. Rangkaian kegiatan dilanjutkan ke kawasan The Mandalika, termasuk Sirkuit Mandalika serta sejumlah pantai unggulan di sekitarnya.

“Di Sukarara mereka belajar langsung proses menenun dan memahami filosofi budaya. Di Ende kami tampilkan kesenian tradisional, tarian, serta kuliner khas Sasak,” jelas Sahlan.

Ia menegaskan, kegiatan famtrip tidak berorientasi pada transaksi bisnis secara langsung, melainkan pada pengenalan mendalam terhadap destinasi agar para agen perjalanan dapat menyusun paket wisata untuk dipasarkan di negara masing-masing.

Melalui kegiatan ini, BPPD NTB berharap tercipta tindak lanjut kerja sama yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara serta memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

“Semakin banyak buyer yang mengenal Lombok, semakin besar peluang destinasi kita dipasarkan secara global,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....