NTB Kantongi Potensi Transaksi Hampir Rp20 Miliar di BBTF 2026
- 02 Jun 2026 09:46 WIB
- Mataram
Poin Utama
- NTB mencatat potensi transaksi hampir Rp20 miliar di BBTF 2026
- Nilai tersebut masih berupa business dealing (potensi), belum transaksi final
- Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh, menyebut minat pasar terhadap NTB cukup tinggi
- BPPD NTB mendorong pemerataan wisata antara Lombok dan Sumbawa
RRI.CO.ID, Bali - Nusa Tenggara Barat (NTB) membukukan potensi transaksi paket wisata hampir Rp20 miliar dalam ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 yang digelar di Bali. Capaian ini berasal dari kesepakatan bisnis (business dealing) antara pelaku industri pariwisata NTB dengan buyer mancanegara dan domestik.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Sahlan M. Saleh, mengatakan angka tersebut masih bersifat potensi karena belum seluruhnya masuk dalam transaksi langsung. Meski demikian, capaian itu dinilai menunjukkan tingginya minat pasar terhadap destinasi wisata di NTB.
“Kalau dilihat dari potensinya, transaksi yang terjadi sudah hampir mencapai Rp20 miliar. Ini tentu menggembirakan karena sebelumnya target kami Rp15 miliar, kemudian dinaikkan menjadi Rp25 miliar, dan saat ini sudah mendekati Rp20 miliar,” ujar Sahlan, Selasa 2 Juni 2026
Ia menjelaskan, pola transaksi dalam ajang BBTF berbeda dengan transaksi wisata domestik yang umumnya dilakukan secara langsung. Buyer internasional, kata dia, membutuhkan waktu untuk melakukan tindak lanjut sebelum kesepakatan benar-benar terealisasi.
“Mereka tidak langsung membayar di lokasi. Setelah kembali ke negara masing-masing, mereka akan melakukan komunikasi lanjutan, menyusun paket, kemudian baru masuk ke tahap transaksi,” jelasnya.
Menurut Sahlan, paket wisata bahari dan pantai masih menjadi produk yang paling diminati para buyer. Selain itu, terdapat peningkatan minat terhadap paket perjalanan lintas destinasi yang menghubungkan Lombok, Sumbawa, Bima, hingga Labuan Bajo.
“Yang paling banyak diminati tentu wisata pantai. Selain itu ada permintaan paket perjalanan lintas daerah. Ini menjadi peluang besar bagi NTB untuk memperkuat konektivitas destinasi,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah kesepakatan bisnis juga menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap destinasi wisata di Pulau Sumbawa. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya BPPD NTB dalam mendorong pemerataan pengembangan pariwisata di seluruh wilayah.
Selama ini, kata Sahlan, kunjungan wisatawan masih terpusat di Pulau Lombok. Karena itu, promosi destinasi di Sumbawa, Dompu, dan Bima terus diperkuat agar mampu bersaing di pasar wisata internasional.
“Mereka mulai melirik destinasi baru di Pulau Sumbawa. Ini komitmen kami untuk mengurangi disparitas antara Lombok dan Sumbawa,” ujarnya.
Sahlan juga menyebutkan, komunikasi bisnis antara pelaku industri pariwisata dan buyer masih terus berlangsung melalui berbagai agenda lanjutan, termasuk familiarization trip yang diikuti puluhan buyer di Lombok.
BPPD NTB optimistis nilai transaksi masih berpotensi meningkat seiring berlanjutnya proses negosiasi pasca kegiatan BBTF 2026. Ia berharap, hasil ajang tersebut tidak hanya berdampak pada nilai transaksi, tetapi juga pada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara serta pemerataan pertumbuhan sektor pariwisata di NTB.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....