Masuk KSP, Lakey di Anak Tirikan

  • 11 Mei 2026 21:26 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Seorang pelaku pariwisata di kawasan Pantai Lakey, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Muhammad Ali, meminta perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTB terhadap kondisi kawasan wisata unggulan tersebut.

Ia menilai, Pantai Lakey yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi surfing kelas dunia, belum mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintah provinsi, meski memiliki kontribusi besar bagi sektor pariwisata NTB.

“Mohonlah Pak Gubernur, jangan duduk diam di situ. Turun ke sini. Pak Gubernur, kita punya aset 800 juta USD. Kalau dikonversi ke rupiah, lebih kurang hampir Rp16 triliun. Kira-kira daerah mana yang punya aset senilai 800 juta USD,” ujar Muhammad Ali, Selasa 12 Mei 2026.

Ia menyoroti adanya ketimpangan pembangunan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Menurutnya, Pulau Sumbawa selama ini menjadi salah satu penyumbang besar bagi pembangunan di NTB, terutama melalui sektor pertambangan dan sumber daya alam.

“Sementara Pulau Sumbawa adalah penyumbang terbesar untuk pembangunan Pulau Lombok. Kita punya tambang emas di bagian barat pulau ini. Dan satu lagi yang besar, STM atau Vale yang ada di belakang kami ini,” katanya.

Muhammad Ali menegaskan, sudah seharusnya pemerintah provinsi memberikan prioritas pembangunan bagi Pulau Sumbawa, termasuk kawasan Pantai Lakey yang masuk dalam Kawasan yang menjadi Lokasi pariwisata super prioritas Provinsi NTB atau Kawasan Strategis Provinsi (KSP).

“Secara status, Pantai Lakey masuk KSP, Kawasan Strategis Provinsi. Pemerintah provinsi punya tanggung jawab moral untuk memperbaiki kawasan ini secara ekonomi, sosial, politik dan lingkungan hidup. Tapi apa? Mereka tidak lakukan sesuatu,” jelasnya.

Ia bahkan menyebut masyarakat di kawasan tersebut hanya menjadi objek eksploitasi ekonomi, tanpa mendapatkan perhatian pembangunan yang memadai.

“Kami hanya diperkosa saja secara ekonomi. Sumber daya kami diambil, tapi pembangunan tidak ada,” ungkapnya.

Kekecewaan itu muncul karena kondisi Pantai Lakey saat ini dinilai semakin memprihatinkan. Kawasan wisata andalan NTB tersebut tampak kumuh dan belum tertata dengan baik.

Selain itu, tanggul pantai yang jebol akibat banjir besar pada tahun 2022 hingga kini belum juga diperbaiki. Kondisi itu dikhawatirkan akan semakin memperparah abrasi dan mengancam aktivitas masyarakat maupun sektor pariwisata di kawasan tersebut.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Pelaku wisata berharap Pemerintah Provinsi NTB segera turun tangan melakukan penataan dan perbaikan infrastruktur di Pantai Lakey, agar destinasi wisata internasional itu kembali menjadi kebanggaan NTB dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....