Okupansi Hotel Anjlok saat Wisatawan Terbebani Harga Tiket Pesawat

  • 20 Apr 2026 21:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Industri perhotelan di kawasan Senggigi masih menghadapi tekanan di awal tahun 2026. Tingkat hunian atau okupansi hotel tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun aktivitas pertemuan dan event mulai menunjukkan geliat positif pasca Lebaran.

General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan, mengungkapkan penurunan okupansi saat ini berkisar sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu. Namun demikian, ia melihat adanya tanda-tanda pemulihan dari sektor meeting dan kegiatan korporasi.

“Okupansi kami sejauh ini masih di bawah tahun lalu, turun sekitar sepuluh persen. Akan tetapi, kalau bisa dibilang meeting-meeting sudah mulai ada,” ujar yeyen saat ditemui RRI di Aruna Senggigi, Lombok Barat, Senin 20 April 2026.

Ia menjelaskan, jika pada tahun sebelumnya aktivitas meeting baru mulai berjalan pada bulan Mei, tahun ini justru sudah terlihat sejak April. Sejumlah kegiatan dari instansi pemerintah maupun korporasi mulai kembali digelar di kawasan Senggigi.

“Kalau tahun lalu kita mulainya meeting itu di bulan Mei. Sekarang setelah Lebaran, April sudah mulai masuk. Ada beberapa event pemerintahan serta korporasi yang sudah melaksanakan kegiatan di sini,” katanya menegaskan.

Meski demikian, faktor kenaikan harga tiket pesawat domestik mulai dirasakan oleh pelaku industri. Yeyen menyebut adanya selisih harga yang cukup signifikan, khususnya dari rute Jakarta menuju Lombok.

“Memang dirasakan saat browsing tiket, ada pembeda sekitar empat ratus sampai lima ratus ribu. Yang biasanya dari Jakarta itu satu koma satu juta, sekarang bisa sampai satu koma tujuh juta,” ucapnya.

Ia menilai kondisi ini belum sepenuhnya berdampak besar karena sebagian tamu yang datang saat ini telah membeli tiket lebih awal sebelum kenaikan terjadi. Namun ke depan, potensi dampaknya dinilai cukup serius terhadap pergerakan wisatawan domestik.

Di tengah situasi tersebut, pihaknya tetap memasang target realistis untuk tingkat okupansi. Dari target anggaran sebesar 48 persen, pihak hotel optimistis masih bisa mencapai angka sekitar 40 persen di tengah kondisi low season.

“Okupansi saya kan budget di empat puluh delapan persen, kita bisa di empat puluh lah. Kita maksimalkan karena masih low season juga,” katanya.

Selain faktor musim sepi, kebijakan efisiensi dari pemerintah dan BUMN juga turut memengaruhi jumlah kegiatan yang digelar. Sejumlah agenda dilaporkan mengalami penundaan sebagai bagian dari langkah penghematan energi dan anggaran.

“Memang ada instruksi pembatasan atau penundaan beberapa kegiatan untuk efisiensi, baik dari BUMN maupun pemerintah,” ujarnya.

Di sisi lain, dinamika pasar wisata menunjukkan fenomena yang cukup unik. Yeyen mengungkapkan adanya pergeseran pasar wisatawan, di mana beberapa negara yang sebelumnya jarang masuk ke Lombok justru mulai muncul.

“Uniknya ada market yang tidak disangka-sangka, seperti Turki yang biasanya tidak masuk, sekarang mulai ada. Sementara dari Belanda sempat ada pembatalan, tapi digantikan market lain. China juga masih stabil,” katanya.

Menghadapi kondisi ini, pihak industri perhotelan melalui asosiasi IHGMA berencana mengambil langkah konkret dengan mengumpulkan data dan melakukan survei nasional. Hasilnya akan digunakan sebagai dasar untuk menyuarakan aspirasi kepada pemerintah.

“Kita akan lakukan survei ke seluruh hotel untuk data okupansi dan market. Dari situ kita akan desak pemerintah agar ada perhatian lebih terhadap industri ini,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas ekonomi serta mempertimbangkan dampak luas yang ditimbulkan terhadap sektor pariwisata, termasuk tenaga kerja, vendor, hingga pelaku UMKM yang bergantung pada industri perhotelan.

“Dampaknya ini domino efeknya sangat kuat. Kita punya pegawai, vendor, dan UMKM yang ikut bergantung. Jadi kita butuh perhatian dan konsentrasi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....