IHGMA Ungkap Tantangan Perhotelan Nasional di tengah Efisiensi Pemerintah

  • 16 Apr 2026 19:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Industri perhotelan nasional kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pariwisata melalui gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-10 IHGMA yang digelar di Merumatta Hotel Senggigi, Lombok Barat, Kamis 16 April 2026. Kegiatan strategis ini menjadi forum penting bagi pengurus daerah dan nasional untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi dalam dua tahun mendatang.

Wakil Sekretaris Jenderal IHGMA, Herryadi Baiin, S.Tr.Par, menegaskan pelaksanaan Rakernas bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari implementasi anggaran dasar dan rumah tangga organisasi yang telah disepakati.

“Dalam IHGMA, kami memiliki program jangka pendek dan jangka panjang sesuai masa kepengurusan tiga tahun. Setiap tahun kami melaksanakan Rakernas dengan lokasi yang selalu berbeda,” ujarnya.

Ia menambahkan pemilihan venue di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya organisasi untuk turut berkontribusi dalam promosi destinasi wisata daerah di Indonesia.

“Setiap daerah yang menjadi tuan rumah kami dorong agar semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, sehingga dapat berdampak pada peningkatan devisa,” katanya menegaskan.

Dalam Rakernas ke-10 ini, IHGMA fokus membahas evaluasi program kerja tahun sebelumnya serta penetapan program unggulan untuk tahun 2026 dan 2027, termasuk persiapan menuju pergantian kepengurusan pada 2027.

“Di tahun ini kami memfinalisasi program kerja sekaligus mengevaluasi capaian tahun 2025 hingga 2026. Semua ini menjadi dasar penguatan organisasi ke depan,” ucapnya.

Sejumlah program strategis telah dijalankan, termasuk kegiatan kolaborasi dengan berbagai daerah seperti Bali dan Jawa Barat melalui program Smart Commission serta berbagai kegiatan berskala internasional.

“Program unggulan kami salah satunya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di industri perhotelan melalui sertifikasi kompetensi yang bekerja sama dengan kementerian terkait,” katanya menegaskan.

Menurutnya, kualitas pelayanan dan standar produk perhotelan menjadi fondasi utama dalam menjaga daya saing industri hospitality Indonesia di tengah ketatnya persaingan global.

Namun demikian, ia juga menyoroti dampak kebijakan efisiensi pemerintah yang dinilai turut memengaruhi sektor perhotelan di sejumlah daerah.

“Kami berharap ada kebijakan yang lebih mendukung industri ini karena sektor perhotelan juga memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara dan daerah melalui pajak,” ucapnya.

Ia menegaskan pajak dari sektor hotel selama ini menjadi salah satu penyumbang signifikan bagi pendapatan daerah, bahkan menempati posisi penting secara nasional.

“Di banyak daerah, pajak hotel masuk dalam tiga hingga lima besar sumber pendapatan daerah,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....