IHGMA Tekankan Pentingnya CBT dalam Masa Depan Pariwisata
- 16 Apr 2026 18:14 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Momentum peringatan 10 tahun Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) menjadi ruang penting untuk memperkuat arah strategi pariwisata nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.
Ketua Umum IHGMA, Dr. I Gede Arya Pering Arimbawa, menegaskan organisasi ini tidak hanya menjadi wadah para general manager hotel, tetapi juga forum strategis untuk membahas kebijakan pariwisata berskala nasional yang nantinya dapat disampaikan kepada pemerintah pusat.
“Di sini kita bisa membicarakan skala nasional, apa strategi ke depan, sehingga pembahasan ini bisa kita sampaikan ke pemerintah pusat,” ujar Gede Arya saat konfrensi pers di Merumatta Hotel, Kamis 16 April 2026.
Ia menambahkan penguatan sektor pariwisata juga tidak lepas dari pendekatan berbasis komunitas atau community-based tourism (CBT) yang dinilai semakin relevan dalam pengembangan destinasi wisata berkelanjutan.
“Di luar itu kita juga berbasis CBT, bagaimana pariwisata berbasis komunitas itu berjalan, dan kita terus berkomunikasi dengan GM di Asia maupun internasional,” katanya menegaskan.
Dalam pemaparannya, ia juga menyoroti dinamika global yang turut memengaruhi arus wisatawan, termasuk faktor geopolitik dan transportasi udara. Ia mencontohkan bagaimana situasi di Abu Dhabi sempat memengaruhi penerbangan akibat kondisi tertentu, namun rute lain seperti Turki dan Vietnam tetap menjadi alternatif jalur wisata internasional menuju Bali.
“Dari Vietnam bisa terbang ke Bali, jadi kita melihat pola pintu masuk wisatawan itu terus berubah,” ucapnya.
Menurutnya, Bali sebagai destinasi internasional paling awal merasakan dampak fluktuasi tersebut, namun saat ini tingkat hunian hotel mulai kembali pulih seiring meningkatnya mobilitas wisatawan.
Ia menjelaskan faktor libur panjang, seperti libur sekolah, Lebaran, hingga Nyepi yang berdekatan, menjadi pendorong utama meningkatnya okupansi hotel di berbagai daerah wisata.
“Sekarang tingkat hunian mulai pulih kembali,” katanya.
Ia juga menyoroti perubahan perilaku wisatawan dari generasi muda atau Gen Alpha yang cenderung melakukan perjalanan bersama keluarga, sehingga turut mendorong peningkatan sektor hospitality.
Namun demikian, ia tidak menutup mata bahwa masih ada sejumlah hotel yang mengalami tekanan usaha akibat kondisi pasar yang belum merata.
“Kalau ada yang terpuruk, itu pasti ada. Tapi ini harus dibenahi dengan strategi manajemen yang tepat,” ucapnya menegaskan.
Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kerja tim dalam industri perhotelan dan pariwisata. Menurutnya, keberhasilan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan sistem kerja yang solid.
“Tidak bisa hanya pemikiran satu pimpinan saja, ini kerja tim. Together everyone achieve miracle,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....