Pemerintah Perketat Pengamanan setelah Tibu Ijo Kembali Memakan Korban

  • 13 Apr 2026 07:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Pemerintah Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, mengambil langkah tegas dengan memperketat pengamanan di kawasan wisata Tibu Ijo setelah insiden tragis kembali merenggut korban jiwa dalam sepekan terakhir. Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

Camat Gunungsari, Zulkifli, menegaskan kawasan Tibu Ijo sejatinya telah lama ditutup untuk umum. Penutupan ini merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah desa, masyarakat, dan aparat keamanan setelah berulang kali terjadi insiden yang membahayakan keselamatan pengunjung.

“Untuk di Tibu Ijo itu terlarang untuk dikunjungi, sudah kita tutup. Dan itu sudah kita pasang plang di beberapa tempat,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.

Ia menjelaskan, larangan tersebut tidak hanya bersifat formal, tetapi juga telah dipasang secara jelas mulai dari jalur masuk hingga titik utama menuju lokasi. Pemerintah daerah juga melibatkan masyarakat setempat untuk ikut mengawasi serta memberikan peringatan kepada siapa pun yang mencoba memasuki kawasan tersebut.

“Sejak pintu masuk jembatan itu sudah ada larangan. Masyarakat juga sudah tahu, sehingga siapa pun yang masuk akan ditanyakan,” katanya menegaskan.

Meski demikian, masih ditemukan sejumlah pengunjung yang nekat mengabaikan peringatan tersebut. Dalam insiden terbaru, korban diketahui tetap memaksa masuk meski telah diperingatkan oleh warga sekitar.

“Sudah diingatkan bahkan oleh masyarakat dan Pak RT, tetapi tetap memaksa dengan alasan hanya sebentar ke kebun. Alhasil apa yang kita rasakan sekarang,” ucapnya.

Selain faktor kelalaian, kondisi alam di kawasan Tibu Ijo juga menjadi ancaman serius yang tidak bisa diabaikan. Zulkifli mengungkapkan bahwa tanda-tanda bahaya sebenarnya cukup mudah dikenali oleh masyarakat setempat, seperti munculnya awan gelap di puncak gunung yang menandakan potensi hujan deras dan banjir.

“Masyarakat di sana sudah maklum, kalau ada awan hitam di puncak gunung itu orang tidak boleh mandi. Itu tanda akan ada hujan besar dan potensi banjir,” katanya.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa dan pihak kepolisian akan memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan wisatawan.

“Kita akan perkuat lagi dengan imbauan, kerja sama masyarakat, benar-benar untuk menyampaikan kita menutup,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai menata potensi wisata secara lebih terstruktur di kawasan lain yang dinilai lebih aman, seperti di sekitar Bendungan Meninting. Pengelolaan wisata di lokasi tersebut akan mengedepankan aspek keselamatan, termasuk kewajiban menggunakan jalur resmi serta didampingi pemandu profesional.

“Sudah punya tim pemandu, lengkap dengan alat-alat safety. Jadi jangan nekat sendiri, pakailah pemandu,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....