Jalur Laut Senggigi-Bali Dibuka, Okupansi Hotel Diprediksi Naik

  • 11 Apr 2026 19:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Aktivitas pariwisata di kawasan Senggigi mulai menunjukkan geliat baru setelah dermaga baru Pelabuhan Senggigi resmi beroperasi sejak awal tahun 2026. Pelabuhan ini kini melayani penyeberangan kapal cepat (fast boat) rute Senggigi–Padangbai, Bali, yang memudahkan mobilitas wisatawan dari dan menuju Pulau Lombok.

Kehadiran dermaga ini menjadi angin segar bagi pelaku industri pariwisata, khususnya perhotelan di kawasan Senggigi. Pelaku Pariwisata sekaligus General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan, menilai akses baru tersebut memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan wisatawan.

“Ada satu dua wisatawan dari Bali yang menginap di Lombok, khususnya di Senggigi, dan ini tentu lebih memudahkan mereka. Tamu yang ingin ke Bali tidak perlu lagi ke Bangsal karena sekarang bisa langsung dari Senggigi, lebih dekat dan lebih terjangkau,” ujar yeyen saat ditemui RRI di Senggigi, Lombok Barat. Sabtu 11 April 2026.

Ia menegaskan, kemudahan akses ini diharapkan mampu meningkatkan intensitas kunjungan wisatawan. Selain itu, pihaknya juga berharap jumlah kapal yang beroperasi dapat terus ditambah guna mendukung kelancaran arus wisata.

“Semoga ke depan intensitas kapal bisa ditambah. Intinya harus ada kesinambungan antara pelaku usaha dan pemerintah agar program menghidupkan kembali Senggigi bisa berjalan sejalan,” katanya menegaskan.

Lebih lanjut, Yeyen menyebut kebangkitan Senggigi tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kolaborasi antar pelaku usaha dalam menghadirkan daya tarik wisata berbasis budaya lokal.

“Kita harus menampilkan budaya lokal supaya wisatawan betah di Senggigi, tidak hanya sekadar transit. Event-event juga perlu ditambah dan disesuaikan dengan kalender kegiatan Lombok Barat,” ucapnya.

Ia mencontohkan event besar seperti Pocari Run yang sebelumnya terkendala akses penerbangan. Dengan adanya alternatif transportasi laut dari Bali, peluang peningkatan jumlah peserta dan kunjungan wisatawan semakin terbuka.

“Dengan adanya kapal cepat dari Bali, ini bisa menambah peserta event dan meningkatkan data kunjungan, yang otomatis berdampak pada okupansi hotel,” katanya.

Dari sisi biaya, transportasi laut dinilai masih menjadi pilihan menarik bagi wisatawan. Selain lebih terjangkau, perjalanan menggunakan kapal cepat juga memberikan pengalaman berbeda.

“Kalau naik kapal masih cukup baik, lebih hemat secara biaya sehingga wisatawan bisa bepergian tanpa beban tinggi,” katanya.

Ke depan, ia berharap pengembangan kawasan Senggigi tidak berhenti pada operasional pelabuhan semata, tetapi juga diikuti dengan pembenahan destinasi pendukung.

“Jangan berhenti di pelabuhan saja. Kawasan seperti Pasir Putih juga harus diperbaiki, dan kami juga berharap Beach Club Aruna bisa dibuka untuk menyambut wisatawan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas hiburan seperti beach club akan memberikan alternatif bagi wisatawan saat tiba di Senggigi, sekaligus memperkuat daya tarik kawasan tersebut.

“Kita harus memberikan opsi kepada wisatawan, bahwa Aruna siap menerima mereka, baik dari sisi hotel maupun sajian makanan dan minuman, dengan tetap mengangkat budaya lokal sebagai daya tarik utama,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....