KKN UNS Gelar Penyuluhan Pengembangan Potensi Wisata Desa Blongas

  • 04 Feb 2026 12:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 179 menggelar kegiatan penyuluhan pengembangan potensi wisata desa di Desa Persiapan Blongas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Rabu 4 Februari 2026.

Kegiatan penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi wisata desa secara terencana dan berkelanjutan. Penyuluhan berada di bawah koordinasi Ketua KKN Syahla Talitha, dengan penanggung jawab program kerja Abhinaya dan Fitra.

Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Desa Buwun Mas, Penjabat Kepala Desa Persiapan Blongas, perangkat desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pemuda desa, serta masyarakat setempat.

Pegiat Pariwisata NTB, yang juga CEO Lombok Golden Earth, Marianto, hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Marianto menekankan pentingnya optimalisasi sumber daya manusia, pelestarian budaya lokal, serta pengelolaan potensi alam sebagai fondasi utama pengembangan desa wisata.

“Desa wisata tidak hanya soal keindahan alam, tetapi bagaimana masyarakatnya siap, budayanya terjaga, dan pengelolaannya dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Marianto.

Menurutnya, Desa Persiapan Blongas memiliki potensi alam dan budaya yang kuat untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat, asalkan dikelola secara kolaboratif antara pemerintah desa, Pokdarwis, dan masyarakat.

Penyuluhan disampaikan dengan metode partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Metode ini dimaksudkan untuk menggali aspirasi serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi masyarakat dalam pengelolaan potensi wisata desa.

Tim KKN UNS 179 berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan Desa Persiapan Blongas sebagai desa wisata yang berdaya saing, sekaligus mampu meningkatkan perekonomian, kesejahteraan, dan kemandirian masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....