Dua Event Budaya Lombok Utara Tembus KEN 2026
- 31 Jan 2026 18:11 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Kabupaten Lombok Utara kembali mempertegas posisinya dalam peta pariwisata nasional melalui capaian prestisius di sektor event budaya. Dua agenda unggulan daerah, Gili Festival dan Maulid Adat Bayan, resmi terpilih dan masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Masuknya dua event tersebut ke dalam KEN 2026 menjadi pengakuan atas kekuatan Lombok Utara dalam mengelola pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa Lombok Utara tidak hanya mengandalkan pesona alam, tetapi juga konsisten mengangkat nilai tradisi yang berdaya saing nasional hingga internasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budi Astuti, menyampaikan bahwa kepastian lolosnya dua event ini diperoleh setelah Dinas Pariwisata KLU mengikuti tahapan pemaparan serta pengumuman resmi yang dilaksanakan secara daring oleh Kementerian Pariwisata.
“Alhamdulillah, ini menjadi kabar yang sangat membanggakan bagi kami. Dari dua event yang diusulkan oleh Kabupaten Lombok Utara di Provinsi NTB, keduanya dinyatakan lolos kurasi, yakni Gili Festival dan Maulid Adat Bayan,” ujar Denda Dewi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu 31 Januari 2026.
Ia menjelaskan, Gili Festival bukanlah nama baru dalam KEN. Event ini telah empat tahun berturut-turut masuk dalam kalender nasional tersebut, yang menunjukkan konsistensi kualitas penyelenggaraan serta daya tariknya bagi wisatawan.
“Gili Festival sudah masuk KEN selama empat tahun berturut-turut. Sementara Maulid Adat Bayan merupakan event baru yang kita usulkan tahun ini, dan alhamdulillah berhasil lolos kurasi,” jelasnya.
Menurut Denda, proses seleksi untuk masuk KEN sangat ketat. Setiap event dinilai langsung oleh tim kurator independen yang ditunjuk Kementerian Pariwisata dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari konsep acara, keunikan budaya, keberlanjutan, hingga dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Maulid Adat Bayan melalui proses kurasi bersama perwakilan yang ditugaskan langsung oleh Kementerian Pariwisata. Ini menunjukkan bahwa budaya Lombok Utara diakui memiliki nilai yang tinggi dan layak ditampilkan di level nasional,” ungkapnya.
Ia menilai, masuknya Gili Festival dan Maulid Adat Bayan dalam KEN 2026 menjadi momentum strategis bagi Lombok Utara untuk semakin memperkuat branding daerah sebagai destinasi wisata budaya.
“Ini bukan hanya soal kebanggaan, tetapi juga upaya memperkenalkan Lombok Utara, destinasi wisatanya, serta event-event budaya kita agar dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Denda menegaskan bahwa Kalender Event Nusantara merupakan etalase utama pariwisata Indonesia. Event yang terdaftar di dalamnya mendapatkan dukungan promosi nasional, perhatian khusus dari pemerintah pusat, serta peluang peningkatan kunjungan wisatawan.
Ia pun berharap amanat yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dapat dijaga dengan pelaksanaan event yang berkualitas dan profesional.
“Kami berharap kepercayaan dari Ibu Menteri Pariwisata RI ini bisa kami laksanakan dengan sebaik-baiknya. Event yang masuk KEN harus berjalan sukses dan memberi dampak positif,” ujarnya.
Selain itu, Denda mengajak seluruh elemen masyarakat Lombok Utara untuk turut berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan dua event tersebut.
“Kami membutuhkan dukungan semua pihak, terutama masyarakat Lombok Utara, agar event ini dapat kita kawal bersama. Harapannya, ke depan Lombok Utara kembali konsisten masuk KEN pada tahun-tahun berikutnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, tujuan utama dari penyelenggaraan event ini bukan hanya prestise, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, tentu pergerakan ekonomi masyarakat juga akan terdorong. Di situlah manfaat nyata dari event-event ini,” ucapnya.
Lebih jauh, Denda menegaskan bahwa Lombok Utara ingin menampilkan identitas daerah yang unik dan berkarakter melalui pariwisata budaya.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Lombok Utara berbeda. Bukan hanya mengandalkan destinasi, tetapi juga nilai-nilai budaya yang tetap kita jaga dan lestarikan,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan dua event tersebut masuk KEN juga menjadi bukti bahwa pengembangan pariwisata modern dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal.
“Kita mampu mengkolaborasikan pariwisata dan budaya dalam sebuah event tanpa meninggalkan nilai tradisi. Justru nilai budaya itulah yang menjadi kekuatan utama Lombok Utara,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda Lombok Utara dapat menjadikan Gili Festival dan Maulid Adat Bayan sebagai ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang kolaborasi.
“Di sinilah generasi muda kita bisa terlibat langsung dan menunjukkan kualitas mereka dalam menyelenggarakan event yang layak masuk KEN,” pungkasnya.
Dengan lolosnya dua event unggulan ke Kalender Event Nusantara 2026, Lombok Utara semakin memantapkan diri sebagai destinasi yang tidak hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga kaya nilai budaya yang patut dikenang dan dibanggakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....