Perang Topat Tak Lolos KEN 2026, Ini Reaksi Bupati Lobar

  • 28 Jan 2026 22:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Prosesi budaya sakral Perang Topat di Pura Lingsar yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Lombok Barat kembali menjadi sorotan nasional. Tradisi lintas umat yang telah puluhan tahun menjadi simbol toleransi dan magnet wisata itu dipastikan gagal menembus daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang dirilis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Kabar tersebut memantik reaksi keras dari Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini. Saat ditemui RRI pada Rabu, 28 Januari 2026, orang nomor satu di Gumi Patut Patuh Patju itu secara terbuka mengaku kecewa sekaligus heran atas keputusan tersebut.

“Kriteria yang tidak tercapai itu yang akan kita perbaiki ke depan. Kita berusaha agar sertifikat penghargaan KEN justru bisa keluar di tahun berikutnya,” kata Bupati.

Ia menilai ada kemungkinan perubahan spesifikasi maupun ketentuan baru dalam proses kurasi yang belum sepenuhnya dipahami pemerintah daerah. Menurutnya, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar kegagalan serupa tidak kembali terulang.

“Jangan-jangan ada kriteria baru yang kita tidak tahu. Itu yang akan kita pelajari dulu. Apalagi kemarin sempat dikasih penghargaan, tiba-tiba hilang. Seolah-olah seperti di-prank juga,” ucapnya dengan nada serius.

Informasi lain yang diterima pemerintah daerah menyebutkan Perang Topat diduga tidak lolos pada tahapan wawancara dalam proses seleksi KEN 2026. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi jajaran terkait di Lombok Barat.

Kekecewaan Bupati semakin beralasan karena pada saat yang sama, empat event budaya lain di wilayah Nusa Tenggara Barat justru berhasil melaju dan lolos dalam kurasi nasional tersebut. Event yang masuk KEN 2026 itu di antaranya Festival Rimpu Mantika dari Kota Bima, Alunan Budaya Desa Pringgasela Lombok Timur, serta Gili Festival dan Maulud Adat Bayan dari Lombok Utara.

Absennya Perang Topat menjadi ironi tersendiri. Pasalnya, tradisi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol kuat harmoni umat Hindu dan Muslim yang telah diakui secara nasional bahkan internasional. Tak hanya itu, Perang Topat juga pernah menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Meski gagal melaju di KEN 2026, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan tidak akan berhenti berbenah. Evaluasi teknis hingga penguatan konsep event akan dilakukan agar Perang Topat kembali berdiri sejajar sebagai agenda budaya unggulan nasional.

“Kita tidak berhenti di sini. Ini menjadi cambuk agar ke depan Perang Topat bisa kembali masuk dan bahkan lebih kuat dari sebelumnya,” ucap Bupati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....