Pantai Pengayoman, Simbiosis Harmonis Antara Wisata dan Asimilasi di Lombok Timur
- 20 Apr 2025 06:33 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Kabupaten Lombok Timur. Salah satu destinasi yang mencuri perhatian adalah Pantai Pengayoman, atau yang dulunya dikenal sebagai Pantai Pidana. Pantai yang berada di kawasan Desa Labuan Lombok ini tak hanya menawarkan panorama laut yang indah, tapi juga menyimpan cerita unik: tempat ini adalah bagian dari camp pertanian asimilasi milik Rumah Tahanan Negara (Rutan) Selong.
Terletak di wilayah Mananga Baris, Kecamatan Pringgabaya, pantai ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit dari Kota Selong. Akses jalannya cukup mudah karena berada tepat di jalur raya utama Labuan Lombok – Sambelia, dan tak jauh dari destinasi terkenal seperti Pohon Purba dan Seruni Mumbul.
Pantai Pengayoman dulunya tidak terlalu dikenal luas, bahkan beberapa warga menyebutnya Pantai Lembaga karena lokasinya yang berdekatan dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Selong. Namun kini, pantai ini mulai menarik perhatian, terlebih sejak dijadikan bagian dari program asimilasi yang melibatkan warga binaan dalam tiga sektor utama: pertanian-perkebunan, peternakan, dan pariwisata.

“Pantainya bersih, nyaman, pokoknya yang terpenting aman,” ungkap Atiek, salah satu pengunjung asal Kopang, Lombok Tangah. Ia datang bersama keluarganya atas rekomendasi kerabat. “Dari pintu utama kami masuk, penyambutannya ramah dan sopan. Cuaca hari itu cerah-cerahnya, dan view-nya kece abis!”
Dari jalan raya, pantai ini mungkin tampak biasa saja. Namun ketika mendekat ke bibir pantai, pemandangannya memukau. Di sisi timur tampak Selat Alas membiru, dengan latar Gunung Rinjani dan deretan Pulau Sumbawa di kejauhan. Di sela itu, tampak hilir mudik kapal ferry dari dan menuju Pelabuhan Kayangan – Pototano. Bagi penggemar transportasi laut, pemandangan ini sangat memanjakan mata.
Pihak Rutan Selong pun tak tinggal diam dalam mengelola tempat ini. Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, terutama saat libur panjang, mereka bekerja sama dengan warga sekitar guna memastikan keamanan dan ketertiban. Warga binaan pun ikut ambil bagian sebagai petugas kebersihan, tukang parkir, hingga penjual makanan ringan.

Pantai Pengayoman kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas: berugaq/gazebo, toilet dan mushola yang bersih, taman mini, serta area parkir yang tertata. Biaya masuk pun sangat terjangkau, bahkan gratis jika tidak membawa kendaraan. Cukup bayar Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil, pengunjung sudah bisa menikmati pantai yang teduh dan nyaman.
Yang menarik, tempat ini juga menjadi wadah sosialisasi antara masyarakat dan warga binaan. "Seram sih kalau bayangin dekat lapas, tapi nyatanya di sini adem dan aman. Kita bisa ngobrol dan saling sapa dengan mereka yang sedang menjalani masa asimilasi," ujar salah satu wisatawan dari Mataram.
Bagi yang sedang touring dari Gili Kondo atau Desa Sembalun, Pantai Pengayoman bisa jadi rest area terbaik untuk sekadar beristirahat atau menikmati senja. Dan untuk para pencari inspirasi atau penulis, suasananya sangat mendukung untuk berkontemplasi sambil melihat laut lepas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....