Kota Tua Ampenan Siap Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO

  • 18 Jan 2025 19:48 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram : Kota Tua Ampenan di Kota Mataram dipersiapkan menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO. Jika status tersebut berhasil diraih, hal ini dipastikan akan menarik minat wisatawan mancanegara untuk mengunjungi kawasan bersejarah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Cahya Samudra, mengungkapkan bahwa proses menuju pengakuan dari UNESCO tengah dijalani dengan serius, dan berbagai konsep perbaikan pun tengah disiapkan. Selain penataan fasilitas dan sarana akomodasi, penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang handal juga menjadi fokus utama, terutama untuk kelompok pemandu wisata (Pokdarwis).

"Mereka adalah ujung tombak dalam memberikan informasi dan pengalaman wisata kepada pengunjung, sehingga kehadiran mereka harus memiliki kualitas terbaik," ujar Cahaya Sabtu (18/1/2025).

Selain SDM, perbaikan standar kebersihan lingkungan di kawasan Kota Tua Ampenan menjadi hal yang sangat penting. Pasalnya, untuk mendapatkan pengakuan UNESCO, kawasan tersebut harus memenuhi standar internasional, baik dari sisi kebersihan maupun pelestarian budaya.

"Kami akan melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pariwisata, Dinas Pendidikan, dan Kebudayaan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan keselarasan dalam proses ini," jelasnya.

Kota Tua Ampenan, yang memiliki jejak sejarah panjang, dinilai layak menjadi situs UNESCO. Beberapa warisan budaya yang ada di kawasan ini, seperti bekas Pelabuhan Ampenan, klenteng, serta rumah dan bangunan tua yang masih terawat, menjadi bukti sejarah yang penting.

"Salah satu titik yang paling menonjol adalah Jalan Pabean, yang dulunya menjadi pusat kegiatan ekonomi dengan kehadiran pelabuhan internasional yang menghubungkan Ampenan dengan berbagai negara," ucapnya.

Proses pengusulan Kota Tua Ampenan menjadi situs UNESCO ini digagas oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat terpilih, Lalu Muhammad Iqbal, yang berkunjung ke Walikota Mataram DR.H.Mohan Roslikana beberapa waktu lalu.

Gubernur Iqbal menekankan pentingnya melestarikan dan mengembangkan kawasan tersebut, mengingat nilai sejarahnya yang besar bagi masyarakat Mataram dan NTB.

Dengan dukungan dari pemerintah kota dan berbagai pihak terkait, Cahya Samudra berharap Kota Tua Ampenan dapat segera memperoleh status UNESCO, yang tidak hanya akan meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.

"Upaya ini diharapkan dapat menjadikan Kota Tua Ampenan sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga internasional," ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....