Dari Dokumen ke Dampak: Mengubah Kebudayaan Menjadi Inovasi yang Menggerakkan NTB
- 14 Jun 2026 18:34 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram: Di banyak ruang birokrasi, kata inovasi sering kali identik dengan aplikasi baru, sistem digital baru, atau layanan baru. Tidak sedikit pula inovasi yang lahir untuk memenuhi indikator penilaian, lomba, atau kebutuhan administratif. Akibatnya, inovasi kadang berhenti sebagai dokumen yang rapi, presentasi yang menarik, dan laporan yang lengkap, tetapi tidak selalu meninggalkan jejak perubahan yang nyata di tengah masyarakat.
Pesan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, bahwa inovasi harus diukur dari dampaknya, bukan semata dari dokumennya, sesungguhnya menjadi refleksi penting bagi seluruh perangkat daerah. Terutama bagi Dinas Kebudayaan, yang selama ini sering dianggap bergerak pada sektor yang tidak langsung berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik.
Padahal, jika dicermati lebih dalam, kebudayaan adalah ruang inovasi yang sangat luas. Bahkan bisa dikatakan, seluruh peradaban manusia lahir dari inovasi kebudayaan. Bahasa adalah inovasi. Sistem pertanian adalah inovasi. Tata kelola sosial adalah inovasi. Teknologi adalah inovasi yang lahir dari kebudayaan manusia dalam menjawab tantangan zamannya.
Karena itu, pertanyaan yang harus dijawab hari ini bukan lagi apakah kebudayaan dapat menjadi sumber inovasi, melainkan bagaimana inovasi kebudayaan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat NTB.
Oleh: Muhamad Ihwan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....