Jum’at Berkah | Hilangnya Rasa dan Empati demi Sebuah Prestise

  • 12 Jun 2026 12:07 WIB
  •  Mataram

Oleh : Solihin,SH l Pengurus LPTQ NTB Bidang Humas , Publikasi dan Dokumentasi

RRI.CO.ID, Mataram - Irama Indah yang Mulai Tercederai

Hiruk-pikuk perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2026 kini telah memasuki hari ketiga. Lantunan ayat-ayat suci bergema, menggetarkan arsy, dan membawa kedamaian di Bumi Paer Lombok Nusa Tenggara Barat.

Dinamika dalam sebuah kompetisi akbar tentu tak terhindarkan. Riak-riak kecil acapkali hadir, menjadi penghias indahnya irama perjuangan yang tercipta. Namun sungguh disayangkan, irama indah nan sakral itu kini mulai terancam ternoda. Ambisi yang berlebihan untuk mengejar sebuah prestise, nama baik, dan legitimasi juara—perlahan mulai mengikis rasa dan empati. Ketika kompetisi Al-Qur'an justru melahirkan ego dan gesekan yang mengabaikan adab, di sanalah esensi dari Al-Qur'an itu sendiri sedang dipertanyakan.

Tuhan telah memberikan koridor yang jelas tentang bagaimana menjaga adab, kesopanan, dan hati manusia dalam berinteraksi.

Tuntunan Ilahi dan Sabda Nabi: Batasan Keangkuhan Ego

Ketika ambisi juara menutup mata hati, kita kerap lupa bahwa esensi membumikan Al-Qur'an adalah meneladani akhlaknya. Allah SWT telah mengingatkan kita dalam Al-Qur'an mengenai pentingnya menjaga tutur kata, terutama ketika berada dalam situasi yang memancing perdebatan:

"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, 'Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, Setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.'"

(QS. Al-Isra' [17]: 53)

Perhelatan mulia ini jangan sampai menjadi ladang subur bagi setan untuk mengadu domba kita hanya karena mengejar sebuah kemenangan duniawi. Rasulullah SAW juga memberikan rambu-rambu yang tegas melalui sabdanya mengenai keselamatan seseorang yang bersumber dari lisan dan hatinya:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Rasulullah SAW juga mengingatkan dampak mengerikan dari hilangnya empati demi sebuah kesombongan (prestise):

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan.”

(HR. Muslim)

Renungan Imam Al-Ghazali: Bahaya Lidah dan Retaknya Ukhuwah

Dalam kitab monumental Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali mengupas tuntas tentang Afatul Lisan (bahaya-bahaya lidah). Beliau menegaskan bahwa perkataan seseorang adalah cerminan dari kesucian hatinya.

Mengenai bertutur kata dan menyampaikan pendapat, Sang Hujjatul Islam berpesan:

  • Penyampaian yang Lembut:
    "Menyampaikan kebenaran atau pendapat dengan cara yang kasar dan meremehkan orang lain adalah bentuk kesombongan yang terselubung." Beliau menekankan bahwa nasehat atau kritik harus disampaikan dengan kasih sayang, bukan dengan syahwat untuk menjatuhkan lawan.
  • Penyakit Al-Mira' (Debat Kusir): Al-Ghazali sangat melarang debat yang bertujuan hanya untuk menunjukkan keunggulan diri dan mematahkan argumen orang lain demi sebuah gengsi (prestise). Perilaku ini hanya akan mematikan hati, melahirkan dendam, dan menghancurkan empati antar sesama saudara muslim.

Kesimpulan: Mengembalikan Jiwa Al-Qur'an pada Khittah-nya

Di hari Jum’at yang penuh berkah ini, di tengah riuh rendahnya ketukan palu hakim dan sorak sorai kemenangan MTQ XXXI NTB, mari kita sejenak membasuh hati kita.

Sebuah Renungan Bersama:

Apalah arti sebuah piala prestise jika ia diraih dengan cara meremukkan hati saudara sendiri? Apa gunanya mahkota juara jika lisan kita justru menebar duri yang merusak ukhuwah Islamiyah?

MTQ bukan sekadar panggung unjuk bakat kelancaran lidah dan keindahan suara, melainkan sebuah madrasah besar untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur'an di dalam dada. Mari kembalikan rasa, suburkan kembali empati, dan runtuhkan ego keangkuhan. Biarkan irama indah MTQ XXXI NTB tetap menggema suci, tanpa harus ternoda oleh syahwat kompetisi yang fana.

Selamat meraih berkah di hari Jum'at, mari jaga hati, jaga lisan, jaga adab. Dan yuk kita Jum'atan...

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....