Perempuan yang Paling Gelisah ketika Lingkungan Rusak

  • 30 Apr 2026 21:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Perempuan adalah pihak yang paling merasakan kerusakan alam akibat plastik. Oleh karena itu perempuan sangat signifikan dipengurangan sampah plastik.

Perempuan belalangan ikut memastikan pasokan pangan. Kondisi yang bisa terjadi karena dampak iklim. Untuk itu, sampah dari rumah tangga haris bisa ditekan. Yang jumlahnya sekitar 9,9 jura ton sampah plastik di Indonesia.

Nurjana, aktivis perempuan di NTB mengatakan, sampah di Senggigi mulai berkurang. NTB sendiri memproduksi 800 ton sampah plastik per hari proyeksi selanjutnya bisa menekan angka produksi sampah rumah tangga itu. Dan, yang tertinggi ada di Sumbawa Besar, dan Kota Mataram.

“Perempuan garda terdepan. Jangan sampai dianggap perempuan sebagai konsumsi plastik terdepan,” kata Nurjanah di Dialog Ketongan baru-baru ini.

Nurjanah mengatakkan, perempuan banyak melakukan tugas domestic. Namun perempuan berpotensi mengurangi sampah plastik. Peran mereka cukup signifikan karena mampu bekerja sama. Tinggal didukung oleh swasta selaku penghasil tas plastik.

Pengolahan sampah oleh perempuan mampu menghasilkan pupuk tanaman. Perubahan pandangan pun berpotensi terjadi. Berbagai komunitas keberihasan pun tercipta. Mereka tersambung dengan Gerakan ekonomi,” kata Nurjanah

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....