Semangat Kartini di Bima, Perempuan Jadi Garda Terdepan Lawan Narkoba

  • 21 Apr 2026 08:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima – Peringatan Hari Kartini tahun 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan peran strategis perempuan dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkotika. Melalui dialog interaktif Kahaba Angi yang digelar RRI Bima pada Senin, 20 April 2026, sejumlah tokoh perempuan mengajak masyarakat, khususnya para ibu, untuk lebih aktif dalam pencegahan peredaran narkoba di lingkungan keluarga.

Isu narkotika sendiri masih menjadi perhatian serius di Pulau Sumbawa, khususnya di wilayah Kota dan Kabupaten Bima dalam setahun terakhir. Salah satu sosok yang mencuri perhatian publik adalah Uswatun Hasanah, yang dikenal luas dengan akun media sosial Badai NTB. Ia konsisten menyuarakan bahaya narkoba dan mendorong kesadaran masyarakat melalui berbagai platform digital.

Dalam dialog tersebut, Badai NTB menekankan bahwa keluarga, terutama ibu, memiliki posisi krusial sebagai benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari pengaruh buruk narkotika.

“Rumah adalah madrasah pertama bagi anak, dan ibu adalah guru utamanya. Jika anak merasa aman untuk bercerita, mereka tidak akan mencari pelarian di lingkungan yang salah,” ungkapnya.

Menurutnya, menciptakan ruang aman di dalam keluarga menjadi langkah awal yang sangat efektif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Orang tua diharapkan tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga sahabat bagi anak-anak agar komunikasi terjalin terbuka dan penuh kepercayaan.

Sementara itu, budayawan yang juga bagian dari Kesultanan Bima, Dr. Dewi Ratna Muchlisa, SE., M.Hum., yang akrab disapa Dae Dewi, mengangkat perspektif sejarah tentang kekuatan perempuan Bima sejak masa lampau. Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Kesultanan Bima, perempuan memiliki peran penting dan jabatan khusus yang dikenal sebagai Bumi Sanciwe.

“Dalam catatan sejarah Kesultanan Bima, perempuan dikenal memiliki karakter setia, tangguh, dan berani. Nilai-nilai itu masih relevan hingga saat ini, termasuk dalam menghadapi persoalan sosial seperti narkotika,” jelasnya.

Ia menilai keberanian perempuan masa kini dalam menyuarakan kebenaran, termasuk melawan peredaran narkoba, merupakan wujud nyata dari semangat perempuan Bima yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menutup dialog, Badai NTB mengajak seluruh perempuan, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu bersuara dan mengambil peran aktif di ruang publik demi menjaga masa depan daerah dari ancaman narkotika.

“Perempuan harus berani berdiri di garis depan, menjaga keluarga dan masyarakat. Karena perubahan besar selalu dimulai dari rumah,” imbaunya. Nurul Inayah

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....