Saling Menghargai dan Menghormati dan Memahami: Substansi Toleransi

  • 17 Mar 2026 09:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Ummat Islam segera mengakhiri Pelaksanaan Ibadah puasa setelah berjalan selama sebulan di Ramadan 1447 H. Akhir dari puasa adalah terciptanya manusia yang suci bersih lahir bathin seperti bayi baru lahir. Kebersihan dan kesucian bathin ini harus dijaga, jangan sampai ternodai karena hal hal intoleran. Asisten I Setda Kota Mataram Haji Lalu Martawang menegaskan, pihaknya sudah mengambil langkah strategis dan terukur supaya kondisi Kota Mataram, tetap aman dan damai.

Mengapa kebersihan dan kesucian bathin dijaga, supaya tidak ternodai berarti ibadah puasa selama satu bulan tidak bermakna, jika nafsu tidak mau bertoleransi. Sebab pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, tahun ini, dimungkinkan bersamaan dengan Ummat hindu melaksanakan Catur Berata Penyepian, Rangkaian kegiatan ritualitas Nyepi tahun caka 1948. Lalu Martawang mengakui kalau ada persamaan dua Hari besar antara Islam dan Hindu. Satu merayakan Pawai Takbir, dan satuya melaksanakan Hari Raya Nyepi. “Kita Harus menjaganya jagnag sampai terjadi saling mengganggu

Kata Lalu Mertawang dalam bertemu dengan Tkoh Hindu dan BP MAS di Mataram. Ritualitas Islam dan Hindu ini, bersamaan waktunya. Ummat Islam melaksanakan Pawai Takbir sedangkan Ummat Hindu sedang berkonsentrasi melaksanakan ritualitas sakralitas Catur Berata Penyepian.

Kita dituntut baik Ummat Islam dan Ummat Hindu saling mengerti dan memahami sebatas mana Pawai Takbir sebagai Syiar Agama, tidak mengganggu Ummat Hindu melaksanakan kegiataan keagamaannya. Demikian juga Ummat Hindu, memiliki tenggang rasa dan mengerti serta memahami terhadap Ummat lain, Ummat Islam bertemu dengan Hari Kemenangannya Hari Idul Fitri setelah berpuasa selama satu bulan.

Mari dikedepankan kebaikan Bersama, ketentuan dan batas batas aktivitas ritual mana yang harus dikedepankan sehingga tidak saling mengganggu. Kita yakin Pemerintah Kota Mataram Bersama Pemuka tokoh Agama Islam dan Hindu sudah bertemu dan membicarakan masalah ini, supaya dua hari Raya dapat terlasana dengan baik dan lancar tanpa memunculkan gesekan yang dapat mengganggu kondusivitas bertoleransi. Jangan sampai terjadi Saling gesek dan gosok pada akhirnya mengganggu keamanan.

Majelis Adat Sasaq melalui Badan Pelaksana, supaya dapat mengambil Langkah Langkah strategis,kita mendorong agar bertemu dengan tokoh tokoh Agama Hindu guna membicarakan, dua kegiatan ritualitas agama berjalan lancer tanpa saling mengganggu.Lalu Winengan Ketua Badan Pelaksana menyatakan dalam sebuah kesempatan akan bertemu dengan tokoh Agama, guna mencarikan Solusi tanpa saling mengganggu dalam dua kegiatan ini.

Keteduhan dan kedamaian serta keamanan Adalah kebutuhan hidup setiap manusia, apapun agama dan sukunya, sebab kondisi ini Adalah keniscayaan yang dikedepankan Ketika Ummat berbahagia di hari Fitri, dan aman damai Ummat Hindu dalam Catur Berata Penyepian, Semu kita harus Bijak. Bijak itu, mengajak tanpa menginjak, menasehati sesame tanpa menyakiti, dan menunjukkan kebenaran itu, tanpa harus merendahkan orang lain, ada tenggang rasa saling mengerti dan memahami.

Untuk menjadi bijak tidak harus pintar yang penting memiliki hati yang baik, tulus ikhlas, sayang pada diri sendiri, tapi juga peduli pada kebaikan orang lain. Sebagai Warga Kota, tentu kita berharap bahwa Ummat Islam dan Ummat Hindu, tetap damai dan teduh dalam melaksanakan kegiataan keagamaan masing masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....