Gila Jogang Terukur Intelek, Figur Pemimpin MAS, Membuka Akses Sasak
- 04 Mar 2026 11:07 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Majelis Adat Sasak (MAS) menggelar Acara Sederhana “Buka Puasa Bersama” dalam suasana penuh persaudaraan dan kekeluargaan, tidak ada sekat sosial, yang ada adalah tumbuh suburnya rasa solidaritas dan soliditas terlihat dari sajian atau menu berbuka puasa, kumpulan sajian perorangan sesuai dengan selera Suku Sasak, Cengeh, Sate Pusut, Pelecing Kangkung, Bebalung dan Masakan Nusantara di Sekretariat MAS Jl.Mahardika Mataram, Selasa 3 Maret 2026.
Acaranya berjalan seperti air mengalir, tidak terlalu formal, yang utama adalah rasa keakraban dan persahabatan yang demikian mendalam, mulai dari Pengraksa Agung MAS, Pucuk Gumi Fair dan Badan Pelaksana beserta Generasi Muda MAS, menyiratkan tentang pentingnya bersatu, memperkuat dan memperkokoh keberadaan Sasak dalam berkiprah, membangun kulitas SDM yang berintegritas, berkualitas dan cerdas mengisi ruang ruang pengabdian di dunia birokrasi, ranah politik maupun ekonomi, membuka lebar tabir akses Bangsa Sasaq supaya mampu menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri.
Pengraksa Agung MAS DR.HL.Sajim Sastrawan,SH,MH menegaskan tentang misinya yang berkeinginan membangun ketangguhan Sasak, sebagai spirit supaya Sasak mampu mengambil posisi terhormat dan bermartabat, diamana dan kapan saja.
“Kita ingin Sasak ini seperti Bangsa Iran yang berani melawan dunia karena dia Tangguh dan kuat,” ucap Miq Sajim dalam menyampaikan spirit membangun Integritas, Kapabilitas, kapasitas Bangsa Sasaq dalam mengisi ruang pengabdian di dunia Birokrasi maupun Dunia lainnya, termasuk dalam percaturan politik, ekonomi dan sosial budaya. “Mari Kita bertekad membangun Sasak ini, menjadi Tangguh, lebih hebat, tahan banting,” jelas Miq Sajim yang masih dalam suasana honey Moon, setelah menikah beberapa Minggu lalu.
Miq Sajim memiliki obsesi supaya eksistensi Sasak seperti puluhan tahun lalu, kuat perkasa, sebagai identitas yang tidak pernah lekang dan ditelan waktu karena persoalan domestic dan mengapresiasi munculnya Komunitas yang mencerminkan Katangguhan dan kehormatan seperti Galih Sasak, Laskar Sasak, Sasak Gagah dan Bini Sasak.
Justru Beliau mengkhawatirkan semakin memudarnya nilai sosial di entitas Sasak seperti semangat Berayan, Ngejot interaksi sosial guna saling mengunjungi dan saling barter makanan yang menjadi simbol dan ciri khas Sasak. Jika ini dibiarkan karena ego kultural ekonomi dan tantangan individual lainnya akan memudarkan nilai saling Engat, saling Tanggak, yang muncul adalah nilai destruktif provokatif yaitu saling fitnah selanjutnya saling cacak (Berkelahi).
Gila Jogang
Miq Sajim memiliki gagasan berlinier dengan pemikiran Ketua Badan Pelaksana (BP) MAS, Lalu Winengan, jika ingin membangun Sasak menjadi Tangguh,Kokoh, Kuat adalah dengan menciptakan Pemimpin Jogang dan Gila Intelektual, sehingga mampu menerobos sekat sekat akses yang selama ini menjadi penghambat majunya komunitas Sasak. Tipe Pemimpin seperti itu yang menjadi modal awal guna mendobrak pintu penghambat.
“Pengraksa Agung MAS nya Jogang, Ketua Badan Pelaksana MAS nya Gila dalam berkarya dan berinovasi,” jelas Miq Sajim yang banyak memberikan masukan kepada Gubernur NTB dari berbagai dimensi keilmuan dan pengalaman di dunia Birokrasi.
Lalu Winengan juga bertekad memperjuangkan Sasak supaya mendapat tempat dalam birokrasi dengan syarat SDMnya harus berkompetensi dan berkemampuan. Winengan juga menggas pertemuan dengan tokoh Hindu dalam menghadapi pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang waktunya hampir bersamaan dengan Idul Fitri 1447 H.