Eskalasi Perang AS-Israel VS Iran, Belum Berdampak pada Kebutuhan Pokok di NTB

  • 03 Mar 2026 10:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Perang AS-Israel dan Iran di Timur Tengah belum terasa dampaknya di Daerah Nusa Tenggara Barat. Kendati Selat Hormuz Jalur Utama distribusi energi global, terganggug, dan soal Timur Tengah lainnya. Disamping warga yang berniat umrah ditunda dan kunjungan wisatawan Mancanegara di Tiga Gili, Terawangan, Meno dan Air dibatalkan, ini akibat langsung eskalsi Timur Tengah.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik mengaku bahwa belum terasa dampaknya terutama dari dimensi persediaan BBM, kebutuhan pokok, dan kebutuhan lainnya. Permintaan kebutuhan pokok ini, bakal meningkat menyusul semakin dekatnya pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri, seperti beras, daging, gula, minyak goreng, tepung terigu dan kebutuhan lainnya. Negara dan Pemerintah menjamin stock pangan, memenuhi kebutuhan rakyat, dengan harga tidak mengalami peningkatan sangat signifikan, kendati eskalai Perang Timur Tengah semakin memanas.

Dalam hal kebutuhan pokok, beras khususnya di NTB, Bulog menjamin sebelas bulan kedepan masih aman, apalagi menjelang panen raya nanti, dipastikan stock beras makin meningkat, sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han terus melakukan pemantauan terhadap stok pangan beras di tanah air, memantau gudang gudang Bulog di daerah lumbung pangan. Tetapi juga Bulog terus mengantisipasi dengan seksama setiap dampak, akibat perang di Timur Tengah, membahas dan mendiskusikan dan mencari solusi terhadap setiap krisis pangan.

Demikian juga dengan kebutuhan daging, Pemerintah Kota Mataram memaparkan permintaan daging dalam bulan suci Ramadan terus meningkat, untuk memenuhi kebutuhan buka puasa. Dengan kondisi permintaan yang demikian tinggi, diharapkan tidak mengurangi stock daging mendekati pelaksanaan Idul Fitri 1447 H, akibat pengaruh tidak langsung Perang AS-Israel dengan Iran.

Gaji yang sudah diterima PNS dan Pegawai lainnya, diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat, sekaligus mampu menekan inflasi, karena harga naik beberapa komoditas yang permintaannya tinggi ketika mendekati pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

Kadis Kominfo NTB dalam analisanya dengan mengambil berbagai referensi mengatakan saat Ini, belum terlihat dampak besar di Indonesia (termasuk NTB) secara Langsung.

Walaupun konflik telah memicu gejolak di pasar global, dampak langsung pada BBM dan kebutuhan pokok di Indonesia masih bersifat awal atau belum besar. Pemerintah dan pelaku pasar masih memonitor pergerakan harga dan pasokan.

Minyak/Energi sebagai komoditas global sering bereaksi cepat terhadap sentimen geopolitik, namun dampaknya pada harga BBM domestik biasanya butuh waktu beberapa minggu sampai bulan tergantung pada seberapa lama konflik berlangsung dan gangguan logistik yang terjadi.

Bagaimana Konflik Ini Bisa Memengaruhi Harga BBM & Ekonomi Global

a. Harga Minyak Dunia Sudah Naik

Karena konflik di Timur Tengah, harga minyak mentah global seperti Brent dan WTI telah melonjak signifikan, bahkan sempat mendekati atau menembus US$80 per barel dan ada perkiraan bisa menembus US$100 per barel jika gangguan semakin parah.

b. Gangguan Jalur Energi Utama (Selat Hormuz)

Selat Hormuz adalah jalur strategis tempat sekitar 20% minyak dunia dipasok setiap hari. Karena serangan dan ancaman oleh Iran, kapal-kapal tanker enggan lewat, mengurangi pasokan energi global. " Semoga semua ini cepat selesai" kata Aka panggilan akrabnya.

Rekomendasi Berita