Masih Saja Terjadi Aksi Kriminal di Kuta Mandalika

  • 23 Feb 2026 14:29 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Belum selesai pengungkapan Kasus Pelecehan di Pondok Pesantren, dan peristiwa di Gili Terawangan, kini muncul lagi aksi penjambretan dengan korban warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang berwisata di kawasan Wisata Pantai Kuta Lombok Tengah.

Kita miris membaca berita tentang penjambretan ini, pelaku tidak lagi berpikir tentang dampak yang ditimbulkan dengan aksi buruknya, seperti rasa aman tamu yang datang dari berbagai negara di dunia, sehingga ragu, berpikir dua kali mau datang di Pantai Kuta, karena khawatir dengan keselamatan dan keamanan personalnya, dari aksi penjambretn dan perampokan. Jangan karena dorongan sahwat sepintas lalu mengorbankan kepentingan yang lebih besar, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas.

Sudah sepantasnya pemuda atau masyarakat sekitar Kawasan Pantai Kuta maupun Sirkuit Mandalika memiliki kemandirian memproteksi keamanan wilayahnya, membuat awik awik sebagai tindakan pencegahan agar Pantai Kuta aman dan damai bagi tamu yang datang. Sebenarnya tiada alasan apalagi berapologi dengan pernyatan oknum penjambret, pencuri atau sebutan lainnya bahwa mereka butuh pekerjaan guna menghidupi keluarganya. Alasan klasik ini kerap menjadi apologi bahwa oknum berbuat begitu karena didesak persoalan ekonomi. Menjadi lingkaran setan yang belum menemukan Solusi konkrit guna meminimalisir bahkan meniadakan supaya terjadi Tindakan kriminal.

Kalau kita mau jujur, terlalu sering aksi penjambretan, pencurian di wilayah Surganya Wisatawan di Obyek Wisata Pantai Selatan ini, sejak awal berkembang Pantai Kuta hingga semasa berjayanya Sirkuit Mandalika, pusat magnet Kejuaraan Dunia. Semoga aksi kejahatan ini, tidak terulang kembali dan penting mendorong aksi kolektif guna menjaga keamanan wilayahnya secara mandiri, bekerjasama dengan Kepolisian.

Kita berikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian yang cepat tanggap dan responsip dengan peristiwa ini, selanjutnya melakukan penyelidikan dan penyidikan supaya secepatnya terungkap oknum pelakunya. Kita yakin Kepolisian memiliki data base tentang pelaku atas kejahatan yang membuat kerugian di kalangan tamu menikmati keindahan Pantai Kuta. Kecepatan mengungkap pelaku bersama jajarannya, minimal berlinier dengan korban yang pulang ke Tiongkok.

Jangan sampai aksi penjambretan ini, lebih masiv beredar beritanya Tiongkok dengan proses pengungkapan kasusnya. Jajaran Pemerintah Daerah bersama dengan kekuatan lokal yang tergabung dalam komunitas antar generasi muda, diharapkan segera mengambil langkah strategis, supaya kasus penjambretan ini, kembali terjadi, sebab sangat merugikan semua pihak.

Rekomendasi Berita