Perspektif Kesetaraan Gender Bukan Persaingan Tapi Keseimbangan
- 06 Nov 2025 07:19 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Upaya untuk mencapai kesetaraan gender bagi perempuan Hindu di wilayah Mataram terus dilakukan oleh berbagai pihak termasuk para pendidik agama. Salah satunya adalah Ni Komang Purnawati, guru agama Hindu di SMA 4 Mataram yang ikut menyuarakan pentingnya keseimbangan peran antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Salah satu tantangan utama dalam mencapai kesetaraan gender di Mataram adalah masih adanya paradigma lama yang menempatkan laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan.
“Kesempatan yang diberikan kepada perempuan masih sangat terbatas. Padahal, perempuan memiliki potensi yang sama dengan laki-laki. Hanya saja masih ada perspektif tradisi lama yang menganggap laki-laki lebih tinggi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dalam ajaran agama Hindu, laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sejajar. “Dalam kitab Manawa Dharma Sastra disebutkan bahwa perempuan dilahirkan untuk menjadi seorang ibu dan laki-laki dilahirkan untuk menjadi seorang ayah. Artinya, keduanya memiliki tanggung jawab dan peran yang sama, hanya letaknya yang berbeda.
Guru SMA 4 Mataram ini juga menilai bahwa saat ini kesetaraan gender di kalangan perempuan Hindu sudah berkembang pesat.
“Sekarang perempuan tidak hanya berfokus sebagai ibu rumah tangga, tapi juga bisa berkarier tanpa melupakan tanggung jawabnya sebagai istri, ibu, dan anak. Begitu juga laki-laki harus menjadi penopang dan saling melengkapi,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong kesetaraan gender mulai dari tokoh masyarakat, penyuluh, generasi muda Hindu, hingga Kementerian Agama harus bekerja bersama menyuarakan bahwa kesetaraan gender bukan berarti perempuan lebih tinggi dari laki-laki, tetapi keduanya memiliki tanggung jawab yang sama.
Harapannya nilai-nilai Dharma dalam agama Hindu dapat menjadi pedoman dalam memperkuat kesetaraan gender saat ini, seperti laki-laki dan perempuan bisa berjalan beriringan, karena keduanya adalah dua sinar suci Tuhan yang sumbernya satu, yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Penulis, Shinta, Mahasiswa PKL IAHN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....