Budaya Patriarki Hambat Keterlibatan Perempuan dalam Transisi Energi

  • 28 Okt 2025 08:05 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Perempuan dinilai memiliki peran penting dalam mendukung proses transisi energi di Indonesia. Namun, hingga kini, keterlibatan mereka masih kerap terhambat oleh budaya patriarki dan beban kerja domestik yang tinggi.

Hal itu disampaikan oleh Megawati Iskandar Putri dari LBH APIK NTB sekaligus anggota GEDSI Jet Working Group NTB, saat diwawancarai di Studio Pro 1 RRI Mataram, Senin (27/10/2025).

Menurut Megawati, budaya patriarki masih menjadi tembok tak terlihat yang membatasi ruang gerak perempuan, termasuk dalam isu-isu transisi energi.

“Perempuan bahkan untuk keluar rumah masih harus izin suami atau orang tua. Belum lagi pekerjaan domestik yang tidak berbayar yang menghabiskan waktu dan energi mereka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, struktur pengambilan keputusan yang masih didominasi laki-laki juga mempersempit ruang perempuan untuk terlibat aktif. “Bahkan di tingkat desa, pemimpin dan pengambil keputusan masih laki-laki, sehingga perempuan sering dianggap tidak cocok bicara soal energi,” ujarnya.

Melalui forum GETSI Jet Working Group, pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas perempuan agar dapat berpartisipasi langsung dalam program energi berkelanjutan. Salah satu bentuknya, kerja sama dengan Dinas ESDM menghadirkan biogas untuk kelompok perempuan di Desa Taman Ayu, Lombok Barat.

Megawati juga menyoroti pentingnya keterlibatan Generasi Z (Gen Z) dalam mendorong perubahan menuju energi bersih. Ia menilai Gen Z memiliki peran besar sebagai generasi penerus yang akan mewarisi dampak dari kebijakan energi hari ini.

“Gen Z harus berani bersuara. Setiap kebijakan yang dibuat hari ini menentukan masa depan kita. Jangan diam ketika proyek energi tidak melibatkan perempuan atau masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap pemerintah tidak hanya membuat kebijakan, tetapi juga memastikan implementasinya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kebijakan penting, tapi harus diikuti sosialisasi yang melibatkan perempuan serta pelibatan aktif masyarakat dalam pemeliharaan proyek energi seperti panel surya atau PLTMH,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi lintas pihak, Megawati berharap transisi energi di Indonesia dapat berjalan secara berkeadilan, setara, dan berkelanjutan.

Penulis: Anisah Chahyani Putri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....