Sorghum Alternatif Ketahanan Pangan Masa Depan

  • 18 Okt 2025 07:30 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Sorghum dinilai sebagai bahan pangan alternatif yang potensial untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Hal ini disampaikan langsung dalam program “Merajut Pangan Bumi Gora” yang disiarkan Pro 1 RRI Mataram, Jumat (17/10/25).

Baiq Afriza Lia F, MFoodScTech, dosen Teknologi Pangan Institut Teknologi Lombok sekaligus anggota PATFI NTB, menjelaskan bahwa sorghum memiliki kandungan gizi lebih tinggi dibandingkan beras putih dan harganya relatif murah di tingkat petani, yaitu sekitar Rp6.000–7.000 per kilogram.

“Sorghum sangat potensial sebagai pangan alternatif dan fungsional,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sorghum tinggi serat, kaya protein, mengandung antioksidan, serta memiliki indeks glikemik rendah. Dengan karakteristik tersebut, sorghum baik untuk pencernaan, menjaga kadar gula darah, dan ramah bagi penderita diabetes.

Menurut Baiq Afriza, tepung sorghum dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti roti, pasta, cookies, dan makanan olahan lainnya. Karena bebas gluten, bahan ini juga cocok bagi penderita alergi gandum. Namun, tekstur sorghum yang tidak seelastis tepung terigu menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui inovasi pengolahan.

Ia menambahkan, peran pemerintah dan anak muda sangat penting dalam memperkenalkan sorghum kepada masyarakat. Pemerintah melalui instansi seperti Bulog dan Dinas Kesehatan diharapkan dapat menyediakan produk sorghum serta melakukan promosi manfaatnya. Sementara anak muda diharapkan menjadi pelopor dalam mengonsumsi dan mempopulerkan olahan sorghum di lingkungan terdekat.

“Diversifikasi pangan sangat penting agar masyarakat tidak bergantung pada satu sumber karbohidrat. Dengan harga terjangkau dan ketahanan terhadap perubahan iklim, sorghum dapat menjadi solusi ketahanan pangan di masa depan,” tambahnya.

Penulis: Daud dan Anisah Chahyani Putri

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....