Burnout Semula Dikira Lelah Biasa Nyatanya Lelah Mental

  • 16 Mar 2025 19:34 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Seseorang yang merasa jenuh dengan pekerjaannya. Bisa jadi, ia sedang kehilangan semangat.

Selanjutnya, apa kira-kira penyebabnya? Demikian tulis Dilla Sekar Wangi dalam bukunya berjudul “Burnout” dan anak judul “Kirain Lelah Biasa, Ternyata Lelah Fisik, Mental, dan Emosional”.

Dilla Sekar Wangi yang biasa mempersingkat tiga kata namanya sekinarilla memaparkan burnout menurut Leither dan Maslach (dalam Alam 2022). Dua pakar ini menyebutkan, bornout bisa menimbulkan beberapa dampak, antara lain menghabiskan energi, menghilangkan antusiasme, dan menghilangkan kepercayaan diri.

Burnout bisa merenggut seluruh kemampuan yang bisa kita optimalkan.

Lalu apakah burnout dapat dicegah? Ada beberapa cara untuk mencegah burnout, yaitu Job-Redesign atau merancang ulang suatu kondisi pekerjaan.

Performance Management adalah umpan balik antara atasan dengan bawahan. Adanya kebebasan dalam menyampaikan masukan atau mencurahkan perasaan negatif yang dirasakan serta mengembangkan harga diri yang positif.

Reward menjadi bagian dari pencegahan burnout karena tidak ada individu yang rela mengeluarkan seluruh tenaganya untuk mengerjakan seuatu hal tanpa ada balasannya. Anda mungkin pernah diminta membantu seorang teman dalam mengerjakan suatu soal dengan tulus Anda membantunya.

Saat pekerjaan sudah selesai, Anda pun bisa beranjak ke pekerjaan lainnya. Pengerjaan tanpa penyelesaian hanya akan mengundang stres dan stres berkepanjangan dapat menghadirkan burnout.

Burnout juga diceritakan membuat seseorang menjadi asing. Mengalami burnout bukan berarti malas.

Bahwa burnout terjadi karena kelelahan akibat upaya yang dilakukan, sedangkan malas adalah kondisi tidak melakukan apa pun.

Ada beberapa konsep burnout yang disampaikan Maslach (dalam Alam 2022). Diantaranya, konsep Tedium adalah kelelahan fisik, lelah mental, dan lelah emosional dalam waktu yang lama.

Konsep kelelahan kerja adalah tekanan emosi secara berkesinambungan dan berturut-turut yang disebabkan karena terlibatnya banyak orang dalam kurun waktu yang lama. Kelelahan kerja ini banyak ditemui pada pekerja pelayanan publik.

Konsep Scahuefeli merevisi konsep kelelahan kerja yang diterapkan bukan hanya pada pekerja layananan publik tetapi pada skala yang lebih luas. Scahuefeli adalah kelelahan sinisme, dan kurangnya efektivitas profesional.

Judul Buku: Burnout

Penulis: Dilla S. Kinari

Penerbit: PT Anak Hebat Indonesia

Tahun Terbit: 2023

Tebal: 294 halaman

Oleh: Agoes Santhosa

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....