MBG Diharapkan Bisa Turunkan Angka Stunting di Bima

  • 22 Jan 2026 09:25 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut menjadi salah satu penyumbang penurunan stunting di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Dinas DP3AKB Nurdin menjelaskan program MBG mengakui MBG menjadi salah satu program pendukung penting dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Bima.

Oleh karena itu, ia berharap MBG dapat diarahkan secara tepat sasaran kepada masyarakat desa yang benar-benar tidak mampu.

"Hadirnya MBG tentu kami berharap risiko stunting ke depan bisa bantu ditekan, baik pada keluarga yang sudah terdampak maupun yang belum," ujarnya, Kamis 22 Januari 2026.

Nurdin menambahkan, MBG memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam menyasar para anak-anak yang ada di Kabupaten Bima. Makanan tersebut memberikan gizi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Khususnya anak-anak.

"Sasarannya kan sampai ke pelosok-pelosok, besar harapan kami MBG dapat menurunkan angka stunting saat ini," katanya menegaskan.

Kendati demikian ia berharap agar makanan atau alat yang digunakan untuk menyajikan makanan sesuai dengan standar gizi.

"Misalnya jangan menggunakan plastik yang tidak sesuai aturan atau makanan. Upayakan makanan sesuai regulasi yang ada," ucapnya.

Sekedar diketahui, pada tahun 2026, Dinas DP3AKB Kabupaten Bima kembali mamasang misi besar dalam menangani persoalan stunting. Setidaknya, pada tahun 2025 kasus stunting bisa menempati posisi yang ditetapkan secara nasional.

"Tentunya pada tahun 2026 ini kami target bisa turun sampai diangka 14 persen," kata Kadis DP3AKB, Kamis 22 Januari 2026.

Untuk memenuhi target tersebut, DP3AKB berharap kolaborasi antar OPD. Baik itu Dikbudpora, Dinas Sosial, DPMD, Dikes dan semuanya. Peran aktif samua pihak sangat dibutuhkan untuk menanggulangi masalah stunting di Kabupaten Bima.

"Kami juga terus mendorong peran aktif pemerintah desa serta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah," ujarnya menegaskan.

Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar program penurunan stunting dapat berjalan efektif hingga menjangkau wilayah terpencil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....