Kenapa Tutup Mulut di Sepak Bola Bisa Kena Kartu Merah?

  • 21 Jul 2026 10:23 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pelajari alasan FIFA memberlakukan sanksi tegas hingga kartu merah bagi pemain sepak bola yang menutup mulut saat berkonfrontasi di lapangan.

RRI.CO.ID, Mataram - Aksi menutup mulut dengan tangan atau jersei saat berbicara di lapangan hijau selama bertahun-tahun dianggap sebagai hal biasa. Pemain kerap melakukannya untuk menyembunyikan strategi, mengecoh kamera, hingga menghindari pembacaan bibir (lip-reading). Namun, kebiasaan tersebut kini menjadi salah satu tindakan paling berisiko yang bisa membuahkan sanksi berat hingga kartu merah.

Melawan Perilaku Diskriminatif dan Rasisme

Alasan utama di balik ketegasan otoritas sepak bola dunia terletak pada upaya memerangi pelecehan verbal dan diskriminasi. Ketika seorang pemain menutup mulutnya saat berkonfrontasi atau berdebat dengan lawan, ada indikasi kuat bahwa ucapan yang disampaikan mengandung hinaan rasial atau kata-kata yang tidak pantas.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa pemain tidak perlu menyembunyikan mulutnya kecuali jika ada sesuatu yang coba disembunyikan. Berdasarkan arahan terbaru dari IFAB (International Football Association Board), menutup mulut dalam situasi perselisihan kini diasumsikan sebagai upaya menyembunyikan pelanggaran disiplin.

Penerapan Aturan di Piala Dunia 2026

Pada ajang Piala Dunia 2026, FIFA memberlakukan aturan ketat terkait perilaku ini. Wasit berhak mengeluarkan kartu merah langsung apabila pemain menutup mulut saat berargumen secara konfrontatif dengan pemain lawan.

Teknologi Video Assistant Referee (VAR) juga dilibatkan untuk meninjau insiden semacam ini di pinggir lapangan. Salah satu contoh nyata terlihat saat penyerang Paraguay, Miguel Almirón, diusir dari lapangan setelah tertangkap kamera melakukan gestur menutup mulut saat berdebat dengan pemain lawan.

Pengecualian dan Perbedaan Pendapat

Perlu dicatat bahwa aturan ini tidak berlaku untuk situasi percakapan normal. Pemain tetap diperbolehkan menutup mulut saat mendiskusikan taktik dengan rekan setim atau berdialog secara damai tanpa ketegangan.

Selain itu, tidak semua badan sepak bola menerapkan pendekatan otomatis yang sama. [UEFA memilih tidak menerapkan kartu merah otomatis]

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....